Suara.com - Dua lusin petugas kesehatan di Lagos, Nigeria, lengkap dengan masker di wajah, menari dan bergoyang dengan diiringi lantunan saksofon dan trompet di depan tenda isolasi Covid-19.
Dengan tetap mematuhi protokol social distancing, petugas garda terdepan dalam memerangi virus Corona itu asyik berdendang di hamparan rumput hijau.
Para pasien positif Covid-19 yang berada di dalam tenda isolasi, terlihat mengawasi aksi para petugas medis. Mereka yang masih punya tenaga, terlihat ikut bergoyang dan menari.
Narasi di atas bukanlah naskah dari sebuah film Bollywood. Melainkan kisah nyata yang berlangsung di salah satu kota terbesar Nigeria, Lagos.
Dilansir Reuters, negara dengan jumlah penduduk sekitar 200 juta orang itu menggunakan musik dan tarian untuk mendongrak semangat dalam 'memerangi' virus Corona.
Para musisi gereja yang biasanya memainkan lagu-lagu injil pada hari Minggu, kini diminta untuk memberi hiburan kepada tim medis dan pasien Covid-19 saat Lagos mengalami lockdown.
"Tujuannya adalah untuk mengangkat roh--untuk memberikan penyembuhan spiritual. Itu sangat tercapai," kata Abolaji Banjoko, salah satu musisi, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (5/5/2020).
Musik dikabarkan punya peran penting dalam kehidupan masyarakat Nigeria. Karena itu, Komisioner Kesehatan negara bagian Lagos, Akin Abayomi tak ragu menekan kebijakan memainkan musik, melukis dan puisi di gedung-gedung kesehatan.
Konser mingguan dilaporkan bakal terus berlangsung di pusat-pusat isolasi dan perawatan virus Corona. Abosede Lewu, seorang dokter di Lagos, menyambut gembira inisiatif pemerintah.
Baca Juga: Ucapan Duka Cita Jokowi untuk Didi Kempot, Keluarga dan Sobat Ambyar
"Jika kami memiliki sesuatu yang dapat merangsang orang melawan, yang Anda tidak dapat menghitung dalam jumlah pil atau apa pun yang Anda berikan ... kami harus mendorongnya," kata Abosede.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat