Suara.com - Konten kuliner sedang marak digemari belakangan ini. Dibungkus apik dengan balutan kisah sejarah dan tampilan gambar yang menggiurkan, banyak pembuat konten video yang kini beralih minat pada kuliner.
Apakah Anda juga berminat untuk membuat konten kuliner, khususnya kuliner Indonesia? Bagi penggiat kuliner Kevindra Soemantri, memulai dan membuatnya tidaklah rumit, hanya butuh ketekunan dan banyak rasa ingin tahu.
"Saya selalu mencoba untuk aware terhadap apa yang terjadi di sekitar atau apapun yang ada di sekitar. Ketika kita ingin bikin konten, kita harus sensitif terhadap berita, informasi, kejadian yang ada di sekeliling," ujarnya dalam Webinar Tak Kenal Maka Tak Bangga, Kamis (21/5/2020).
Kevin menyebut bahwa dirinya selalu membiasakan diri untuk berpikir apa yang menarik dari suatu tempat makan atau kuliner. Saat membiasakan diri untuk haus akan rasa ingin tahu, pertanyaan-pertanyaan yang muncul bisa menjadi landasan untuk membuat konten.
"Misalnya saat pergi ke Jakarta, ada gulai tikungan. Ada banyak macam gulai, saya penasaran akhirnya, ini siapa sih yang mulai? Sesederhana itu aja. Dari situlah saya menggali lagi, saya tanya orang, saya cari tahu. Dari situ akhirnya akan menjadi konten," jelasnya lagi.
Menurutnya, anak muda zaman sekarang lebih peduli dengan isu yang ada di sekitar. Maka hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menyentil idealisme mereka, misal berpikir bahwa sebuah konten harus bisa menghibur.
Kemudian, mulailah dengan mencari apa yang menarik Anda terlebih dahulu. Setelah kita sudah mengetahui apa yang membuat kita tertarik, mulailah gali lebih dalam, seperti melakukan riset lewat bahan-bahan yang tersedia atau bertanya pada orang-orang sekitar.
"Saat menyusun buku baru ini, hampir setiap hari saya nginep di Perpustakaan Nasional. Saya gali itu dari puluhan ribu buku. Sebenarnya itu sudah bisa jadi salah satu cara untuk memperkaya riset," tutur Kevin.
Dan jangan langsung merasa terintimidasi saat hendak membuat konten kuliner. Buatlah konten tersebut dengan alat-alat seadanya yang dimiliki.
Baca Juga: Menikmati Legitnya Rujak Cingur, Kuliner Khas Surabaya yang Legendaris
Serta memulai tidak perlu jauh-jauh, bisa mencarinya dari makanan sekitar atau pasar sekitar. Kevin menyebut pada masa sekarang orang lebih tertarik pada konten lokal yang tidak bisa dialami di tempat lain.
"Kalau orang itu punya ketertarikan khusus, mereka akan lebih lapar lagi untuk menggali ceritanya dan akan punya caranya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian
-
7 Rekomendasi Kipas Tangan 'Rasa AC' Praktis Dibawa ke Mana Saja, Anginnya Semriwing
-
7 Bedak SPF Tinggi Praktis dan Sat Set, Alternatif Sunscreen Bikin Wajah Glowing
-
Promo Superindo Awal April 2026: Diskon Besar untuk Telur, Ayam, dan Kebutuhan Dapur Lain
-
7 Sepatu Running yang Cocok untuk Kaki Lebar dan Betis Besar, Lari Jadi Nyaman
-
5 Shio Paling Hoki pada 8 April 2026: Karier dan Dompet Tebal
-
3 Zodiak yang Akhirnya Move On dan Dapat Kelegaan di 8 April 2026
-
4 Rekomendasi Parfum Murah yang Aromanya Mirip Yves Saint Laurent Black Opium
-
Bukan Sekadar Perilaku Individu, Ini Masalah Sistem di Balik Krisis Sampah
-
Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam? Ini 6 Rekomendasi Terbaik yang Ramah di Kantong