Suara.com - Diskotek dan kelab malam di seluruh Spanyol dijadwalkan boleh dibuka kembali mulai minggu depan. Namun ada satu peraturan wajib yang harus ditaati oleh para pengunjung, mereka dilarang menari di tempat hiburan ini.
Sebagai gantinya, Kementerian Kesehatan Spanyol merekomendasikan meja dan kursi tambahan di ruang yang biasanya digunakan untuk menari. Hal ini agar pengunjung tetap bisa menjaga jarak fisik.
Selain itu, diskotek dan kelab malam juga harus memangkas kapasitas mereka hingga dua pertiga.
Meski begitu, pemerintah mengatakan mereka dapat membuka teras untuk memberikan ruang tambahan.
"Ketika ada ruang di lantai dansa atau sejenisnya, itu dapat digunakan untuk penempatan meja dan kursi tambahan," jelas perwakilan pemerintah seperti yang dilansir The Sun.
Aturan baru ini tentu saja mengejutkan, tak hanya bagi para pengunjung, tapi juga pengelola tempat hiburan malam di Spanyol. Negara ini, khususnya kota Ibiza terkenal sebagai destinasi hiburan malam yang dicari wisatawan.
Organisasi Kehidupan Malam Spanyol telah menyusun pedoman yang luas untuk para anggotanya. Mereka menyarankan untuk membagi lantai dansa dan membuat batasan, sehingga pengunjung tetap dapat bersuka ria dalam ruang mereka sendiri.
Rekomendasi lainnya ialah mewajibkan semua menggunaja masker, membuat bilik isolasi untuk DJ, lebih banyak area VIP untuk memastikan jarak sosial, hingga pemeriksaan suhu.
Organisasi ini juga mengusulkan pengunjung dapat membawa catatan kesehatan sebagai cara pelacakan kontak sosial lebih mudah.
Baca Juga: Dibuka, Pemprov DKI Siapkan Panduan New Normal di Diskotek dan Panti Pijat
Pembukaan diskotek dan kelab malam ini juga cukup beralasan. Selain berhubungan dengan 25 ribu tenaga kerja dan menyelamatkan pebisnis dari kebangkrutan, anak-anak muda yang tidak bisa pergi ke venue, dikhawatirkan justru akan mengadakan pesta sendiri di rumah atau di panta.
Ini tentu memiliki risiko kesehatan yang lebih besar, daripada di lingkungan yang terkendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda
-
Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?
-
Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!
-
Cuaca Panas Pakai Parfum Apa? Ini 7 Rekomendasi yang Aromanya Segar dan Tidak Menyengat
-
Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?
-
5 Kipas Angin Dinding Terbaik Usir Gerah Tanpa Bikin Tagihan Listrik Bengkak, Dijamin Dingin
-
Tips 5 Cara Rental Mobil Aman Saat Liburan
-
Siapa Goldman Sachs yang Penasaran dengan Ekonomi Indonesia karena Paparan Menkeu Purbaya?
-
Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari
-
Lowongan 1.369 Manajer Kampung Nelayan Merah Putih, Cek Syarat dan Link Daftarnya di Sini!