Suara.com - Aneka macam item fesyen yang dibuat dari bahan dasar kulit biasanya akan memberikan kesan mewah dan mahal. Sayang, hal tersebut tidak berlaku bagi gaun mini satu ini.
Belum lama ini, sebuah toko retail online asal Inggris panen ejekan dari pembeli. Toko online bernama ASOS itu mengunggah sederet gaun yang terbuat dari kulit sintetis.
Melansir laman Daily Mail, gaun itu berasal dari merek Ebonie n Ivory. Salah satu gaun itu memiliki model one-shoulder mini dress.
Harga gaun itu sendiri cukup terjangkau, yaitu 16 poundsterling atau sekitar Rp 289 ribu. Namun, penampilannya mengingatkan warganet akan kantong sampah.
"Stay alert, it's Bin day (Tetap waspada, ini hari membuang sampah)," tulis caption di akun Instagram @asbos_sos.
Diketahui, akun @asbos_sos memang dibuat untuk mengunggah foto-foto pakaian di ASOS yang dianggap kontroversial. Akun tersebut memiliki lebih dari 37 ribu pengikut.
Salah satu pakaian yang diunggah adalah deretan gaun mini mirip kantong sampah tersebut. Sejak dibagikan, gaun mini itu viral dan ramai diejek warganet.
Harga gaun itu sendiri diketahui sudah didiskon besar-besaran, yaitu dari 46 poundsterling menjadi 16 poundsterling saja.
Selain dibuat dari bahan polyester, gaun itu juga terlihat dipadukan dengan sepatu boots ala koboi. Selain itu, ada pula gaun yang berbentuk kemeja oversized dan juga dianggap mirip kantong sampah.
Baca Juga: Bukan Cuma soal Pamer Keseksian, Ini Kisah Gaun Balas Dendam Putri Diana
"Terima kasih atas pengingatnya, aku harus membuang sampah malam ini," tulis salah satu komentar.
"Sayang sekali mereka kehabisan kantong sampah sebelum selesai membuat baju berlengan satu itu," sindir yang lain.
"Apa mereka melakukan ini dengan sengaja?" tanya warganet.
"Cocok untuk membuang sampah," tambah komentar lain melihat gaun hitam berbahan kulit tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok