Suara.com - Tren perwarnaan rambut terus berkembang. Terbaru, teknik pewarnaan yang dinamakan airtouch bisa menjadi pilihan bagimu yang ingin memiliki tampilan berbeda.
Airtouch sendiri merupakan teknik pewarnaan yang ditemukan oleh hairstylist, Vladimir Sarbasev, dari Moscow, Rusia.
Kini kamu bisa mendapatkan perawatan tersebut di salon kecantikan H'VAR.
Salon kecantikan dengan konsep high level yang terletak di kawasan Summarecon Bekasi, Jawa Barat ini bisa dikatakan sebagai salon pertama yang menawarkan airtouch di Indonesia yang bersertifikat.
Ini dikarenakan, pemilik salon Madame Cindy, mengikuti langsung training ke Moscow, Rusia dan telah mendapatkan sertifikat dari Vladimir Sarbasev.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Madame Cindy, airtouch lebih banyak disukai dibandingkan balayage atau teknik pewarnaan lainnya, karena hasilnya terlihat lebih natural bila dibandingkan dengan balayage.
"Airtouch gradasi warnanya terlihat lebih natural bila dibandingkan dengan balayage. Kalau balayage lebih ngeblok lebih terlihat highlight, kalau ini lebih babylight lebih natural. Jadi lebih kelihatan tidak dicoloring tapi ternyata coloring," ujar Madamr Cindy dalam siaran pers yang suara.com terima Selasa (21/7/2020).
Proses pengerjaan airtouch sendiri, lanjut dia memakan waktu hingga 6 jam karena melewati beberapa bagian yang membuat hasil airtouch tidak diragukan lagi.
Karena prosesnya yang sulit, airtouch di H'VAR dibanderol dengan harga terjangkau dari Rp3,5 juta - Rp6 juta, tergantung dari panjang dan pendeknya rambut.
Baca Juga: Sambut Musim Panas, Begini Perubahan Warna Rambut Kate Middleton
"Saya ingin memberikan awarnesse untuk customer-customer penikmat pecinta beauty salon jangan tergiur juga mungkin diluar sana menawarkan airtouch, tapi ternyata bukan, dengan memberikan harga yang murah banyak customer yang tergiur. Padahal airtouch ini pengerjaannya sulit hanya profesional yang bisa mengerjakannya," tutup Madame Cindy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan