Bimo Aria Fundrika
Sabtu, 25 Juli 2020 | 22:30 WIB
Ilustrasi pelumas untuk hubungan seks. (Shutterstock)

Suara.com - Lube atau pelumasanselama hubungan seksual sangat penting jika ingin memiliki pengalaman yang tidak menyakitkan dan menyenangkan. Belum lagi, itu juga memastikan bahwa lapisan vagina tidak rusak.

Meski tubuh menghasilkan cairan alami ketika terangsang secara seksual dan membantu proses pelumasan, faktor-faktor tertentu dapat menyebabkan kekeringan.

Perubahan hormon, penuaan, menopause, dan / atau obat-obatan — semua penyebab ini dapat menyebabkan pelumasan yang kurang alami. Tapi jangan khawatir, karena pelumas atau pelumas buatan bisa membantu.

Ilustrasi hubungan seks. (Shutterstock)

Dilansir dari Healthshot, pelumas dapat membantu meningkatkan gairah, meningkatkan kenikmatan seksual, menjaga kulit vagina tetap lembut, dan, yang paling penting, mengurangi gesekan saat penetrasi.

Tetapi sebelum Anda mengambil risiko, Anda perlu jenis pelumas yang paling cocok untuk Anda. Untuk itu, berikut hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli pelumas:


1. Pelumas Berbasis Air
Pelumas ini merupakan pilihan yang serbaguna. Bukan hanya pelumas berbasis air bekerja untuk hubungan seksual, tetapi mereka juga bagus untuk mainan seks. Mereka aman untuk digunakan dengan kondom lateks dan non-lateks, dan dapat, pada kenyataannya, mengurangi kemungkinan putusnya kondom.

Pelumas berbasis air mengurangi gesekan dan juga bisa menyeimbangkan pH vagina. Selain itu, mereka tidak akan menodai seprai dan bisa dicuci mudah hanya pakai air.

2. Lubes Berbahan Silikon
Jika Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, maka pelumas berbahan dasar silikon adalah pilihan yang tepat untuk Anda. Mereka hypoallergic, yang membatalkan kemungkinan reaksi pada kulit.

Jika Anda mencari sesuatu yang tidak akan mengecewakan selama sesi yang panjang, maka pelumas berbahan dasar silikon harus menjadi pilihan karena Anda tidak harus mengoleskannya lagi.

3. Pelumas berbahan dasar minyak
Dikenal karena tahan lama, pelumas berbahan dasar minyak alami dan mudah didapat. Namun, pelumas ini juga dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan putusnya kondom dan risiko infeksi vagina yang lebih tinggi.