Suara.com - Siapa yang tidak ingin memiliki umur yang panjang? Terlebih lagi jika memiliki umur yang panjang disertai dengan kesehatan tubuh yang baik, tentunya akan sangat menyenangkan menjadi sebuah keinginan banyak orang.
Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang untuk memiliki umur yang panjang serta badan yang sehat.
Cara yang ditempuh mulai dari menjaga pola makan, menjaga pola tidur, merubah gaya hidup, olahraga, menyeimbangkan pikiran serta beberapa cara lainnya.
Di beberapa negara memiliki msyarakat yang mengatur pola hidup sehat, memiliki rata-rata angka harapan hidup yang tinggi.
Salah satunya adalah Jepang, masyarakatnya menempati urutan tertinggi di dunia untuk jumlah per kapita yang berusia lebih dari 100 tahun.
Melansir dari Today, terdapat 6 kebiasaan masyarakat jepang yang dapat ditiru. Berikut 6 kebiasaan orang Jepang:
- Makan rumput laut
Salah satu dari makanan pokok di Jepang adalah rumput laut. Ada banyak bentuk makanan pokok dari Jepang yang berbahan rumput laut. Meski bervariasi dalam jumlah nutrisi yang mereka suplai, sebagian besar rumput laut mengandung mineral seperti, yodium, zat besi, juga antioksidan, protein, serat dan lemak omega-3. - Konsumsi makanan laut
Satu hal yang membuat pola makan orang Jepang begitu sehat adalah fokusnya pada makanan laut. Jepang memiliki tingkat penyakit jantung terendah di dunia dibandingkan dengan Amerika, mereka memiliki lebih sedikit penumpukan kolesterol di arteri mereka, yang dikaitkan dengan konsumsi makanan laut.
Orang Jepang makan sekitar tiga ons makanan laut sehari atau sekitar 68 pon selama setahun. Sementara itu, rata-rata orang Amerika makan hanya 16 pon makanan laut dalam setahun.
Makanan laut diketahui memiliki protein yang tinggi dan rendah lemak jenuh. Meski jumlah omega-3 berbeda di antara berbagai jenis makanan laut, semua makanan laut memiliki kandungan nutrisi yang penting tersebut.
Makan makanan laut hanya dua kali seminggu tidak hanya berpengaruh dengan kesehatan jantung yang lebih baik, tetapi juga kesehatan otak dan emosional yang lebih baik. - Meminum teh hijau
Teh hijau bisa dibilang salah satu minuman tersehat, masyarakat Jepang menjadikan teh hijau sebagai minuman sehar-hari mereka.
Teh hijau kaya akan antioksidan polifenol yang mengurangi peradangan, melindungi sel dari jenis kerusakan yang dapat memicu penyakit kronis, dan yang memberi makan bakteri baik untuk usus. - Makan sampai paad batas hampir kenyang
Ada pepatah di Jepang - hara hachi bu - yang artinya makan sampai kenyang 80%. Dengan pola pikir ini, Anda makan sampai perut tidak terasa sangat kenyang. Intinya, ini adalah bentuk makan dengan sadar dan memungkinkan untuk makan cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda tanpa berlebihan. - 'Mandi' hutan
Di Jepang terdapat sebuah praktik yang disebut shinrin-yoku, yang jika diterjemahkan menjadi ‘mandi di hutan’ atau ‘menikmati suasana hutan’. Praktik tersebut merupakan salah satu bentuk terapi alam.
Masyarakat Jepang, diketahui lebih suka melakukan shinrin-yoku dibanding berjalan-jalan di perkotaan. Ketika berada di alam terbuka, kita menggunakan semua indera kita, misalnya dengan berjalan sambil merasakan hembusan angin, sinara matahari, kicauan burung dan teduhnya pepohonan.
Hal ini memungkinkan pikiran dan tubuh seseorang menjadi lebih rileks karena suasana alam terbuka yang nyaman. - Pertahankan lingkungan pertemanan
Tetap terhubung secara sosial sudah tertanam dalam budaya Jepang dan itulah alasan mengapa orang Jepang menikmati kesejahteraan fisik dan emosional yang lebih baik di masa tua.
Itulah 6 Kebiasaan Orang Jepang yang dapat ditiru untuk hidup lebih sehat dan panjang umur.
Berita Terkait
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan