Suara.com - Banyak cara dilakukan untuk mendukung perempuan agar bisa menyusui eksklusif selama enam bulan. Salah satunya yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya
Dilansir dari Asia One, seorang perempuan di Jepang diperlihatkan diberi uang hingga Rp17 juta karena menyusui bayinya selama enam bulan.
Menurut terjemahan SoraNews24, suaminya menulis di amplop berisi uang tunai: "Tidak banyak, tapi ini sebagai apresiasi selama enam bulan terakhir. Gunakan sesuka kamu, dan terima kasih atas semua kerja keras Anda. . "
Ini pasti langkah yang tidak biasa, tapi mungkin tidak terlalu mengejutkan.
Perempuan, yang menggunakan julukan Daichichi, mengatakan di sebuah posting Twitter bahwa dia sebenarnya bercanda tentang betapa dia telah membantu suaminya menabung dengan menyusui anak mereka.
Dia pernah mendengar tentang bagaimana bayi membutuhkan sekitar Rp18 juta susu formula di tahun pertama dan dengan bercanda bertanya apakah dia bisa menagih pembayaran untuk jasanya.
Tentu saja, dia tidak mengharapkan tanggapan. Tapi, suaminya mengira itu adalah permintaan yang masuk akal, karena dia bahkan memberi Daichichi "bonus".
Menurut perhitungannya, susu formula setengah bulan akan memakan biaya Rp9 juta.
Kicauan perempuan itu ditanggapi positif oleh netizen Jepang tentang betapa manisnya suaminya.
Baca Juga: Kisah Polwan Berikan ASI kepada Bayi yang Ia Selamatkan
Pemberiannya juga tidak bisa membantu tetapi membuat Daichichi merasa menyesal, karena dia menyatakan bahwa dia merasa tidak enak karena tidak mempersiapkan apa pun untuk berterima kasih kepada suaminya atas upaya pengasuhannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik