Suara.com - Saat ini, trend bersepeda menjadi pilihan yang sangat populer di kalangan banyak orang. Aktifitas bersepeda ini kerap disebut gowes. Tahukah kalian gowes artinya apa? Simak ulasannya berikut ini.
Bersepeda memiliki beberapa tujuan. Misalnya untuk olahraga, sebagai alat transportasi, maupun hanya untuk sekedar gaya-gayaan saja. Apakah Anda termasuk salah satu orang yang gemar mengayuh sepeda?
Terlepas dari itu, dalam dunia bersepeda, tentu kita sering sekali mendengar kata-kata gowes. Gowes adalah aktivitas mengayuh pedal pada sepeda, dan orang jaman sekarang banyak menyebut kata gowes daripada mengayuh. Mungkin hal tersebut dikarenakan lebih penggunaan kata gowes dianggap lebih simpel dan enak didengar.
Ternyata, baik di Wikipedia maupun kamus Bahasa Indonesia tidak mengenal kata gowes. Namun dari berbagai situs atau blog, berikut ini beberapa pendapat tentang istilah gowes yang bisa Anda perhatikan.
Berasal dari Bahasa Gaul yang dipopulerkan oleh Indra Bekti dan Indie Bares. Namun kata itu ternyata kata Plesetan dari yowes, yang diucapkan dua presenter itu dalam program acara ceriwis di Trans TV.
Gowes juga berasal dari Bahasa Jawa yaitu Genjot Ora Genjot Wis Teles atau artinya Dikayuh Tidak Dikayuh Badannya Basah.
Juga dari kata Goblok Gak Uwes- Uwes, yang artinya Bodoh Tidak Selesai-selesai.
Asal kata gowes dalam bahasa Inggris adalah Go West yang artinya pergi ke Barat.
Baca Juga: Heboh! Rute Bersepeda Ini, Ada Wanita Mandi di Sungai
Kata Gowes Sudah Ada Sejak 1988
Lantas darimana asal muasal kata gowes yang sebenarnya? Ada yang mengatakan bahwa kata gowes berasal dari lagu Kring-Kring Goes Goes, lagu anak-anak yang dibawakan Bayu Bersaudara pada tahun 1988.
Sehingga, kata goes terdiri dari kata go dan es dan kalau dibaca perkata berbunyi go-es yang kemudian diplesetkan menjadi kata gowes. Namun, ada sebagian orang juga yang mengatakan bahwa kata gowes ini sudah ada sebelum tahun 1988.
Itulah beberapa arti gowes yang dirangkum dari berbagai sumber. Namun pada intinya apapun artinya, semoga kegiatan bersepeda yang semakin marak akhir-akhir ini bukan hanya sekedar trend saja. Tetapi juga dapat menjadi sebuah budaya yang akan berdampak positif pada lingkungan.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
5 Cushion High End Terbaik untuk Makeup Tahan Lama dan Anti Luntur
-
Perbedaan Gas Elpiji dan Gas PGN, Mana yang Lebih Irit dan Cocok untuk Rumah Tangga?
-
7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
-
Milk Cleanser atau Cuci Muka Dulu? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Membersihkan Wajah
-
Apa Beda Tinted Sunscreen dan Sunscreen Biasa? Ini 5 Rekomendasi Produknya
-
Promo Kebutuhan Dapur Akhir Bulan di Superindo: Minyak Goreng, Beras, hingga Daging Ayam
-
Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon Hingga Parade Planet
-
5 Alat Masak Alternatif Pengganti Kompor Gas, Bisa Jadi Solusi Hemat Gas LPG
-
6 Parfum Murah Paling Laris di Indomaret, Wanginya Segar dan Tahan Lama
-
Kapan Pengumuman SNBP 2026? Ini Link dan Cara Cek Hasil Seleksi