Suara.com - TikTok saat ini menjadi platform yang digemari banyak orang dari berbagai kalangan, bahkan tanpa batas usia. Tak heran jika jumlah kontennya terus bertambah dan berkembang. Tapi, bagaimana cara TikTok mengantisipasi konten SARA dan pornografi?
“Kami terus berupaya untuk menghadirkan konten dan inovasi yang terbaik untuk masyarakat Indonesia,” ujar Head of User and Content Operations TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra kepada awak media, Kamis (17/09/2020).
Kendati begitu, ia juga mengingatkan bahwa meski semua orang bisa tampil berkreasi di TikTok, tetap ada panduan komunitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kreator dalam membuat konten.
Konten berisi SARA, ujaran kebencian, hingga pornografi tentunya tidak akan diterima oleh pihak TikTok, kemudian filter video yang menampilkan darah dan lain sebagainya.
Demi menghindari adanya konten negatif tersebut, TikTok juga sudah melakukan cara yang terbaik dengan melakukan kolaborasi penggabungan kerja antara teknologi mesin yang memfilter konten dengan tim yang ada.
“Jadi semua itu dikerjakan dengan teknologi Machine Learning dan kolaborasi manusia. Ada orang yang memantau 24 jam setiap hari, mengkurasi, mana yang melanggar panduan komunitas pasti nggak ditayangkan,” jelas dia.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berdasarkan PP 71 sebelumnya juga telah mengingatkan akan memberikan denda sebesar Rp 100 juta per konten kepada penyelenggara sistem elektronik yang menyiarkan konten pornografi pada platformnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja