Suara.com - Wali Kota Bogor Bima Arya dengan tegas menolak segala macam iklan rokok di kotanya dan mengembangkan pariwisata olahraga.
Bima Arya mengatakan memang sejak 2006 hingga 2018, Bogor sudah mendeklarasikan diri sebagai city of runners, sehingga sport tourism didorong sebagai bentuk inovasi dari pelarangan industri rokok masuk ke Bogor.
"Sebagai city of runners atau kota pelari, jadi sport tourism kita dorong, kita ada hitungannya ada kajiannya, justru ketika kita fokus kepada olahraga, income akan nambah PAD (pendapatan asli daerah)," ujar Bima Arya dalam acara webinar, Rabu (7/10/2020).
Kata dia, Bogor sangat cocok disandingkan sebagai kota pelari, selain cuacanya yang mendukung, aktivitas olahraga yang meningkat, dan berbagai destinasi wisata menarik ada Bogor, di sinilah diperlukan kerjasama semua stakeholder.
"Seperti yang saya sampaikan komitmen dan konsisten itu penting, karena kalau nggak nyambung antar stakeholder, ini tidak berlanjut, tidak sustain kebijakannya, makanya saya sampaikan di samping komitmen politik harus ada payungnya, harus ada perdanya, begitu juga dengan komunitas," tutur Bima Arya.
Itulah mengapa Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 terkait larangan menjual rokok kepada anak di bawah 18 tahun harus ditegakkan dan diperkuat.
Seperti menambah definisi rokok elektrik (vape) sebagai produk tembakau yang dilarang masuk di kawasan tanpa rokok (KTR).
Untuk semakin menegakkan ini Pemda Bogor dan DPRD Bogor sudah menggandeng berbagai komunitas pelari dan elemen masyarakat untuk melaporkan penjual dan perokok di anak di bawah 18 tahun.
Sekaligus tambahan mereka yang merokok di KTR juga bakal dikenakan sanksi pidana hingga denda.
Baca Juga: Tanpa Rokok, Bima Arya Buktikan Ekonomi Kota Bogor Tetap Melejit
"Kami akan kuatkan komunitas di kota bogor, influencer dan sebagainya," tutupnya.
Terakhir Bima Arya mengultimatum industri rokok di dalam dan luar negeri yang tetap membandel mencoba memasuki kota Bogor dengan segala taktiknya untuk tidak macam-macam.
Meskipun lewat sponsor hingga logo rokok pemda terselubung, Bogor, kata Bima Arya tidak akan tinggal diam.
"Kita perlu sampaikan lagi pesankan lagi kepada publik, bahwa kota Bogor clear. Ini statement saya kepada industri rokok baik secara nasional mauipun internasional, jangan macam-macam sama kota Bogor!," tutur lelaki berusia 47 tahun itu lantang.
"Insyallah kalian nggak bisa masuk ke kota Bogor, karena kita akan melindungi anak-anak yang ada di kota Bogor," tutupnya.
Berita Terkait
-
Maba UI Lempar Pertanyaan Menohok ke Bima Arya: Pilih Pendidikan atau Makan Bergizi Gratis?
-
Kaki Sering Nyeri saat Lari? Ini 5 Sepatu Stability Terbaik untuk Kaki Overpronasi
-
Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya
-
Wamendagri Dorong Legislator Daerah Jadi Motor Pembangunan Berkeadilan Ekologis
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Specs Murah dan Awet, Cocok untuk Easy Run hingga Half Marathon
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare
-
4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!
-
Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur
-
Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul