Suara.com - Bagi banyak orang, punya tas branded adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Namun, bagaimana jika tas mewah yang dibeli ternyata cuma barang KW?
Biar tidak mudah tertipu, merangkum Yukepo.com, berikut cara membedakan tas branded asli dengan barang palsu.
Perhatikan harganya
Tas branded yang asli tentu mahal harganya, bahkan meski sudah didiskon. Jika ada orang yang menjualnya terlalu jauh di bawah harga pasar, bisa dipastikan itu hanya produk KW.
Lihat cetakan mereknya
Banyak merek terkenal yang produknya dipalsukan. Coba amati cetakan mereknya. Setiap brand umumnya punya ciri khas, misalnya pola monogram pada merek Gucci, Fendi, dan Louis Vuitton.
Perhatian detail produk tersebut
Salah satu merek yang punya banyak versi KW adalah Louis Vuitton. Biar tidak tertipu, perhatian setiap detail produk. Amati bagian lebar talinya. Barang yang asli talinya lebih lebar dan berbahan dasar inferior.
Punya karakteristik bahan yang khas
Baca Juga: Gucci Rilis Tas Kotak Makan Seharga Rp42 Juta, Bentuknya Kelewat Unik!
Tas branded asli tentu bahannya lebih bagus dan berkualitas. Namun, kini banyak juga produk KW yang bahannya hampir mirip sehingga harus lebih hati-hati dan cermat.
Sebelum membeli, pastikan kamu sudah mengecek karakteristik produk asli di website resmi merek bersangkutan untuk mengetahui bagaimana tekstur bahan ketika disentuh.
Teliti bagian kancing dan retsleting
Tas mewah dari merek terkenal biasanya punya ciri khas berupa cetakan logo di bagian retsleting, kancing, atau penjepit logam. Pastikan kamu tidak melewatkan bagian ini. Cek dengan teliti supaya tidak tertipu.
Jahitan tas branded asli selalu rapi dan tak ada yang rusak sedikit pun
Kebanyakan produk mahal merupakan handmade atau buatan tangan serta melalui pengawasan ketat sehingga hasilnya sempurna. Tak mungkin ada jahitan yang terlepas. Jahitan juga tidak akan berubah warna walau tas sudah dipakai dalam waktu lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot