Suara.com - Orangtua umumnya memberi nama anaknya dengan makna yang baik. Namun, baru-baru ini sepasang suami istri dari Swiss membuat heboh setelah menamai bayi dengan nama “Twifia”.
Hal itu dilakukan setelah mereka melihat iklan perusahaan internet start-up Twifi yang memberikan tantangan berhadiah di media sosial.
Hadiahnya pun tak main-main, siapapun orangtua yang menamai anaknya berkaitan dengan nama perusahaan tersebut akan mendapatkan internet Wi-Fi gratis selama 18 tahun secara cuma-cuma.
Dilansir dari Oddity Central, Rabu (21/10/2020), akhirnya sepasang suami istri berusia 30 dan 35 tahun itu memutuskan nama putrinya. Mereka juga mengakui bahwa Twifia bukanlah nama yang terdengar buruk.
“Semakin aku memikirkannya, semakin unik nama itu bagiku,” ujar ayah Twifia.
Bahkan, istrinya sempat tidak percaya pada gagasan suaminya tersebut. Tetapi akhirnya dia setuju karena baginya nama Twifia juga berarti koneksi dalam konteks ini. Untuk ikatan abadi! Dan semakin sering menyebut Twifia, semakin menarik didengar.
Nama ‘Twifia’ sendiri hanya salah satu kata dari nama panjang sang anak yang terdiri dari tiga kata. Namun, pasangan orang tua itu enggan membeberkan lebih lanjut nama lengkap bayi perempuan mereka. Pasalnya, mereka merasa malu dengan keputusan yang mereka buat.
“Kami ingin tetap anonim bagi orang-orang di sekitar kami karena kami tidak ingin membenarkan diri kami sendiri. Karena tuduhan telah menjual nama anak kami sangat memukul kami. Kami juga sedikit malu,” jelas mereka.
Sementara, bos Twifi Philippe Fotsch mendukung kesepakatan itu dengan memastikan bahwa mereka siap membayar internet pasangan itu selama 18 tahun ke depan, bahkan jika perusahaannya bangkrut. Karena baginya ini masalah kehormatan.
Baca Juga: Carrier Bayi dengan Face Shield Dibutuhkan di Masa Pandemi
Dia juga menuturkan, tawaran dengan tantangan memberikan nama Twifi masih terbuka untuk orang tua lainnya yang dengan senang hati memberikan nama anak mereka seperti nama perusahaannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan