Suara.com - Ramen adalah salah satu mi khas Jepang. Di Tangerang, ada kedai ramen yang menarik perhatian karena memberikan rasa ramen yang otentik.
Sai Ramen yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang, selalu diramaikan oleh pembeli. Meski baru buka Agustus lalu, antrian untuk makan ramen di sini selalu mengular. Dalam sehari, kedai ini menjual 200 porsi dan akan habis hanya dalam waktu 3 jam.
Kedai ramen ini ingin memberikan pengalaman makan ramen otentik khas Jepang. Hal ini tak hanya dari segi rasa namun juga dari tempat yang dibuat semirip mungkin dengan ramen bar di Jepang.
Mereka mendesain kedai dengan dapur terbuka dan hanya memiliki sedikit kursi yang posisinya lurus sejajar. Desain kedai ini dibuat mirip agar menciptakan atmosfir seperti sedang makan ramen di Jepang.
Saat datang, pelanggan dipersilahkan untuk memilih menu terlebih dulu. Pembayaran dilakukan pada awal pemesanan. Setelah itu, pelanggan akan diberikan nomor antrian dan diharapkan untuk sabar menunggu.
Untuk rasa tidak perlu diragukan. Sang kepala koki, Takeichiro Seike berasal dari Kyoto. Jadi, hidangan yang tersaji pun merupakan ramen dengan gaya Kyoto.
Kuah kaldu yang digunakan telah melalui 14 jam proses masak untuk menciptakan rasa yang sempurna. Bahan-bahan yang digunakan pun impor dari Jepang dan tidak menggunakan pewarna ataupun pengawet buatan.
Menu terlaris di tempat ini adalah original ramen. Ramen ini mengandung kolagen sehingga tak hanya lezat tetapi juga sehat. Tekstur mienya kenyal dan kuahnya pun terasa creamy.
Semua menu yang disajikan kedai ini dijamin halal sehingga pelanggan yang beragama muslim tak perlu khawatir. Kisaran harganya dimulai dari Rp37.500 sampai dengan Rp 47 ribu.
Baca Juga: 44 Tahun Tutup, Restoran Ramen Pertama di Jepang Akan Kembali Dibuka
Pelanggan yang membeli ramen di sini mendapatkan ocha atau teh hijau khas Jepang secara gratis, lho! Menarik banget, kan?
Sai Ramen buka setiap pukul 10.00 WIB dan akan tutup setelah ramen yang disajikan habis. Pelanggan disarankan datang ke lokasi sebelum pukul 13.00 WIB agar tidak kehabisan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang
-
Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN
-
Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus
-
Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah
-
Mahasiswa Kepung Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan Keras ke Pemerintah
-
Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah