Suara.com - Pandemi tidak menyurutkan wisatawan untuk pergi naik gunung. Bahkan jumlah pendaki selama pandemi relatif tinggi.
Kepala Seksi Wilayah I Badan Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Teguh Rianto mengatakan sejak dibuka pada 22 Agustus lalu, tercatat sudah sebanyak 3.799 pendaki yang datang selama pandemi Covid-19.
“Sebanyak 3.799 pendaki sudah datang ke Rinjani sejak dibuka Agustus lalu di tengah pandemi Covid-19, terbanyak terutama saat cuti dan libur panjang bersama yang terjadi kemarin,” ujar Teguh seperti rilis yang diterima Suara.com, Rabu (4/11/2020).
Lebih lanjut, menurutnya, dari jumlah total keseluruhan tersebut, sebanyak 3.740 merupakan pendaki lokal, sisanya merupakan pendaki domestik dan mancanegara yang menikmati keindahan gunung Rinjani.
Dia juga menyarankan ketentuan yang ingin datang ke wisata Rinjani maka pendaki hendaknya wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19, yakni memakai masker, membawa hand sanitizer/sabun cair, trash bag, dan menjaga jarak minimal satu meter.
Dia melanjutkan, bagi pendaki yang berasal dari luar NTB wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19. Sedangkan, bagi pendaki dari NTB sendiri cukup membawa surat keterangan bebas gejala influenza.
Wisata gunung Rinjani juga masih melakukan ketentuan dengan adanya pembatasan kuota sebesar 30 persen dari kuota normal pendakian. Hal ini dilakukan guna meminimalisir adanya kerumunan pendaki yang datang.
Diketahui juga terdapat 4 jalur pendakian resmi yang dibuka dengan bisa melalui jalur Sembalun di Lombok Timur, jalur Senaru di Lombok Utara, jalur Timbanuh di Lombok Timur, serta jalur Aik Berik di Lombok Tengah.
Wisata gunung Rinjani sendiri merupakan gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT. Dan, ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya.
Baca Juga: Viral Pendaki Pose Bugil di Gunung Gede, Mengaku untuk Riset Seni
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman