Chitra Subyakto, Inpirasi dari Busana Zaman Dulu
Kondisi pandemi telah memaksa semua orang jadi harus berpikir lagi dan lebih bertanggung jawab, demikian dikatakan Chitra. Menurutnya, apapun yang dilakukan manusia dalam berkarya juga akan menentukan nasib masa depan genereasi selanjutnya. Chitra kemudian menyadari bahwa dunia mode menjadi salah satu industri penyumbang limbah yang mencemari lingkungan.
"Jadi dengan kegelisahan ini dan pertanyaan-pertanyaan ini, 'benar nggak ya ngerjainnya', jadi lebih belajar lagi. Akhirnya saya cukup hobi perhatikan orang berpakaian, khususnya zaman dulu. Hampir semua bersih, sangat terbatas dengan tipe pakaian atau tipe warna yang digunakan," tuturnya.
Atas dasar inspirasi kesederhanaan busana zaman dulu, Chitra menyampaikan bahwa karya itu akan hadir dalam perhelatan DFK tahun ini.
"Intinya semua adalah kesederhanaan dan dengan konsep lebih ramah terhadap ibu bumi," ujarnya.
Lutfi Labibi Padukan Pakaian dengan Puisi
Lutfi Labibi membuat konsep pengembangan karyanya untuk DFK tahun ini. Ia bercerita sebelumnya baru saja menyelesaikan proyek dengan Murabaki yang mengusung judul 'Sandang, Pangan, Papan, dan Puisi'.
Judul itu kemudian ia kembangkan menjadi 'Sandang, Hening, Cipta, dan Puisi' yang akan dipamerkan dalam perhelatan DFK.
"Puisi dalam hal ini saya ambil dari Joko Pinurbo yang bercerita tentang sandang. Jadi pada akhirnya kebutuhan manusia tentang sandang lari ke hal yang lebih sederhana. Makanya di DFK kali ini secara cutting, secara visual, pada akhirnya baju yang kembali lagi ke basic, kembali lagi ke potongan sederhana untuk menutup badan tapi secara estetika tertakar dengan indah," jelasnya.
Menurutnya, kekuatan karyanya terletak pada puisi Joko Pinurbo tentang manusia dan sandang yang terselip pesan untuk sehidupan keseharian. Pria yang akrab disapa Lulu itu menyampaikan, nantinya ia akan menyembunyikan penggalan puisi Joko Pinurbo ke dalam kantung baju dan celana pada setiap karyanya.
"Yang salah satunya berbunyi 'Tubuh saya kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri' ini seperti mengingatkan kita dengan adanya pandemi ini, dengan masalah personal. Mungkin beban batin yang ada, kita akan sembuh dengan pelan-pelan," ujar Lulu.
Baca Juga: Ini Deretan Desainer yang Usung Kain Tradisional di Panggung ISEF 2020
"Puisi kedua yang saya sembunyikan di kantong celana, berbunyi 'Kebahagiaan saya terbuat dari kesedihan yang sudah merdeka'. Tahun ini mungkin semua orang sedang merasakan bagaimana mengelola emosional. Dan pandemi ini memang jadi bagian dari perjalanan hidup. Kesedihan itu yang bisa kelola menjadi kebahagiaan. Itu pesan dari Joko Pinurbo yang saya angkat ke dalam koleksi kali ini," papar Lulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
10 Link Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbaru Masih Buka, Buruan Daftar Kuota Terbatas
-
Promo Superindo Kue Kaleng Lebaran 2026, Diskon Gede-Gedean Harga Mulai Rp19 Ribuan
-
4 Rekomendasi Sepeda Listrik di Bawah Rp5 Juta yang Ramah Lingkungan
-
Europe Enchanting Best Sellers 2026: Produk Kamar Mandi & Dapur yang Paling Banyak Dipilih
-
Cek Harga Tiket Bus Sinar Jaya Lebaran 2026 dan Rutenya, Pelayanan Elite Tetap Irit
-
Bagaimana Cara Memilih Ukuran Sepeda Lipat? Ini 5 Rekomendasi untuk Orang Dewasa
-
5 Body Lotion Vaseline untuk Kulit Kering agar Tetap Lembap selama Puasa Seharian
-
Cara Bayar Zakat Fitrah Online, Praktis dan Tepercaya
-
Jadwal Menu Buka Puasa Gratis di Masjid Syuhada Jogja Ramadan 2026
-
Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan, Berapa yang Harus Dibayarkan?