Suara.com - Pemerintah Kota Tokyo meminta bar dan restoran untuk menutup usaha mereka lebih awal, demi mencegah wabah Covid-19 semakin meluas.
Dilansir ANTARA, penutupan lebih awal juga dimaksudkan untuk membuat pekerja langsung pulang ke rumah dan menghindari kumpul-kumpul.
Pembatasan tersebut adalah upaya terbaru Jepang untuk mengendalikan lonjakan infeksi tertinggi, dengan hitungan harian pada beberapa hari terakhir melebihi 500 kasus di Tokyo, kota tempat jumlah kasus serius COVID-19 mencapai 51 pada Selasa (24/11).
Angka itu merupakan yang terbesar sejak status darurat dicabut pada Mei.
"Kami menyadari ini akan menjadi beban besar bagi pemilik bisnis, tetapi kami meminta pengertian dan kerja sama mereka," kata Gubernur Tokyo Yuriko Koike.
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tunai pemerintah jika tutup pukul 22.00.
Peraturan itu akan dijalankan mulai 28 November hingga 17 Desember 2020.
Koike, yang berbicara pada pertemuan panel untuk memberi nasihat tentang langkah-langkah memerangi virus, akan mengadakan konferensi pers pada Rabu malam.
Kota bagian barat Osaka, yang merupakan salah satu daerah yang bergulat dengan lonjakan serupa, tampil bersama Sapporo dalam kampanye promosi domestik Go To Travel.
Baca Juga: Menpora Minta Lintasan Atletik NTB Direnovasi Agar Muncul 'Zohri Baru'
Osaka juga meminta pengelola bar dan restoran untuk mempersingkat jam kerja mereka, kata Wali Kota Ichiro Matsui.
"Kita harus menumpas (wabah) ini," katanya pada konferensi pers, Rabu.
"Saya memahami bahwa situasi menyulitkan pemilik untuk mempertahankan bisnis mereka, tetapi kita juga perlu mengurangi beban pada staf medis, yang jumlahnya terbatas," tuturnya.
Promosi yang menawarkan tarif dan diskon hotel adalah bagian dari upaya Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga untuk meningkatkan ekonomi regional, tetapi telah dikritik atas risiko yang dapat membawa virus dari kota-kota besar ke perdesaan.
Keputusan Suga untuk menghentikan sebagian program, bagaimanapun, telah membuatnya kehilangan dukungan dan dapat mengaburkan peluangnya untuk jangka panjang dalam menjabat sebagai perdana menteri. Para kritikus menyebut keputusannya itu sedikit dan terlalu terlambat.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Penemuan Mayat Membusuk di Ruang Roda Pesawat Asal Tokyo
-
Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Bye Ketombe! 5 Pilihan Shampoo Bar Ramah Lingkungan yang Bikin Rambut Segar
-
10 Promo 17 Agustus 2026 di Restoran Mal, Ada Paket Makan Hemat Rp45 Ribuan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026
-
Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram
-
Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM
-
Ruang Kelas Ambruk: Siswa SDN 3 Wonorejo Belajar di Bawah Tenda Darurat
-
Menhut Raja Juni Sebut Karhutla di Riau Terus Mengecil
-
Serum Viva Warna Biru untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Pengguna
-
Jangan Asal Buka Kiriman Misterius! Review Paket Santet: Petaka Belanja Online Mistik yang Kejam
-
Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS
-
Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat