Suara.com - Menjelang Harbolnas 12.12 atau Hari Belanja Online Nasional, Asosiasi e-commerce Indonesia atau disingkat idEA telah menyiapkan sejumlah program program menarik untuk para pelaku industri e-commerce serta masyarakat Indonesia.
Executive Director idEA, Arshi Adini, mengatakan bahwa harbolnas tahun ini kembali akan digelar dan berada di bawah idEA, dan khusus menggandeng pemerintah lewat kementeriannya serta sektor perbankan yang diharapkan mampu memberi subsidi promo.
Namun, akibat pandemi Covid-19, diakui Arshi pihaknya tentu tidak bisa serta-merta memaksa UMKM memberikan promo dalam jumlah yang besar karena berisiko membuat keuntungan seller menjadi minim.
“Harbolnas 12.12 mendatang tentu masih akan ada program potongan harga ataupun cashback yang menarik,” ujar Arshi dalam pernyataannya secara virtual pada acara webinar ‘Road to Harbolnas 2020: Cara Jitu Raih Transaksi Berlimpah’, Jumat (27/11/2020).
Adapun promo yang diberlakukan nantinya akan membantu UMKM untuk tetap mendapatkan transaksi tanpa merugi. Di sisi lain, konsumen mendapat dorongan peningkatan daya beli untuk memenuhi kebutuhannya.
Pada tahun ini, idEA juga sepakat bahwa yang betul-betul akan menerima subsidi promo adalah produk lokal, karena Harbolnas dan idEA ini jadi bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari skema gotong royong dalam Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang digaungkan pemerintah, pelaku industri e-commerce, pelaku UMKM, dan masyarakat Indonesia.
Tradisi Harbolnas di Indonesia juga punya peran lebih dari sekadar pesta diskon di berbagai e-commerce. Dengan angka transaksi yang disumbangkan hingga jumlah pedagang dan konsumen yang terlibat, Harbolnas ikut menjadi kontributor penting untuk mendongkrak perekonomian, khususnya pada akhir tahun.
Selain itu, idEA juga menggelar program Pekan Diskon Nasional yang akan berlangsung pada 16-30 Desember. Namun, diskonnya nanti terbilang akan lebih kecil bila dibandingkan dengan Harbolnas yang bisa mencapai 70%. Untuk Pekan Diskon Nasional minimal diskon di kisaran 20% dengan menawarkan barang-barang kategori full entertainment.
Baca Juga: 3 Platform Belanja Online Paling Hits Selama Pandemi
“Harapannya Harbolnas 12.12 dan Pekan Diskon Nasional di penghujung tahun 2020 ini tentu bisa mendongkrak perekonomian Indonesia. Tapi kita juga harus realistis dengan kondisi saat ini yang masih penuh gejolak karena adanya pandemi Covid-19,” tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok
-
9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online
-
Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat
-
Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta
-
Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis
-
Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta