Suara.com - Bencana longsor di Sumedang, tepatnya di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, terjadi pada Sabtu (9/01/2021). Tebing setinggi 30 meter runtuh dan menimbun sekitar 15 rumah dan warga di bawahnya.
Bencana yang menelan korban jiwa ini mengingatkan kembali pada kita betapa pentingnya mengetahui mitigasi yang harus dilakukan saat terjadi longsor. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi.
Di bawah ini, beberapa tips yang dapat dilakukan masyarakat sebelum, saat, dan sesudah peristiwa longsor terjadi, seperti dilansir dari laman Redcross.
Sebelum Longsor
- Mencari tahu apakah tempat tinggal tersebut berpotensi longsor atau tidak. Dengan mengetahui potensi bencana, dapat membuat kita siap siaga jika cuaca buruk terus terjadi sehingga bisa mempersiapkan diri.
- Mendengarkan berita lokal atau laporan cuaca, serta peringan potensi longsor di sekitar daerah yang ditinggali.
- Bicarakan dengan keluarga dan tetangga tentang apa yang akan lakukan saat terjadi tanah longsor. Mencari tempat yang aman berkumpul akan membuat kita siap siaga ke mana yang harus dituju saat terjadi longsor.
- Lakukan latihan mitigasi bersama keluarga. Hal ini sangat membantu keluarga mengetahui hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi tanda-tanda longsor.
- Hindari tindakan yang dapat meningkatkan ketidakstabilan. Misalnya, jangan menebang pohon di area yang curam; jangan membangun di dekat bagian atas atau dasar lereng yang curam; dan jangan menguras kolam atau hal-hal yang dapat meningkatkan debit aliran air menuruni lereng yang curam.
- Pelajari cara mengenali tanda-tanda potensi tanah longsor yang akan datang, seperti retakan, tonjolan, rembesan air yang tidak biasa di lereng, serta perubahan aliran sungai yang tiba-tiba dan batu-batu kecil berjatuhan.
- Siapkan perlengkapan darurat. Hal ini penting saat mengevakuasi diri sehingga perlengkapan yang penting tidak tertinggal di rumah.
Saat Terjadi Longsor
- Bersiaplah untuk mengungsi pada saat itu juga. Itu sebabnya, semua harus dipersiapkan dengan matang saat sudah ada tanda-tanda akan longsor, terutama mental.
- Jika Anda mencurigai bahaya yang akan segera terjadi, segera evakuasi. Beri tahu tetangga yang terkena dampak, dan hubungi bagian pekerjaan umum, pemadam kebakaran, atau polisi di daerah sekitar.
- Dengarkan suara yang tidak biasa yang mungkin mengindikasikan puing-puing bergerak, seperti pohon retak atau batu besar saling bertabrakan.
Jika Berada di Dalam Ruangan
- Berlindung di bawah meja atau bangku yang kuat. Hal ini untuk melindungi agar tubuh tidak tertimpa longsor secara langsung.
- Saat longsor terjadi, biasanya terasa getaran seperti gempa bumi. Oleh karena itu, pegang dengan kuat dan tetap diam sampai semua gerakan berhenti. Usahakan untuk diam di tempat yang minim risiko.
Jika di Luar Ruangan
- Menjauhlah dari jalur yang mungkin dilalui longsoran dengan cepat, menjauhi tanggul, pohon, kabel listrik, dan tiang. Hal ini sangat membantu untuk terhindar dari runtuhan longsor atau benda-benda yang jatuh akibat getaran.
- Jauhi area longsor. Lereng dapat mengalami kerusakan tambahan selama berjam-jam hingga berhari-hari setelahnya. Untuk itu, usahakan tidak mendekati area longsor terlebih dahulu.
Jika Berada di Dalam Mobil
- Saat berada di dalam mobil, perhatikan trotoar yang runtuh, lumpur, bebatuan yang tumbang, dan indikasi lain tentang kemungkinan aliran puing. Selain itu, hindari melewati wilayah yang terkena dampak longsor.
Setelah Terjadi Longsor
Baca Juga: Update Longsor Sumedang: Korban Tewas Bertambah Jadi 13 Orang
- Dengarkan radio, tonton saluran berita lokal, dan infromasi pejabat darurat di media sosial untuk instruksi lebih lanjut pemerintah daerah. Biasanya akan ada informasi lanjutan mengenai longsor yang terjadi serta potensi adanya longsor susulan.
- Jauhi area longsor sebelum adanya informasi wilayah tersebut aman untuk dikunjungi.
- Penanaman kembali tanah yang rusak sesegara mungkin. Hal ini karena erosi yang terjadi bisa saja menyebabkan banjir bandang.
- Jika curiga rumah tidak aman, jangan masuk. Biarkan petugas profesional untuk membersihkan rumah untuk masuk kembali. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%
-
Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon
-
9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar
-
Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu
-
Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo
-
Spek Xiaomi Pad 9 Pro Bocor: Tablet Flagship Usung Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh
-
Impor Garam Ditargetkan Setop 2029, Produksi Nasional Digenjot
-
AI Makin Haus Data, XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Perkuat Jaringan
-
6 HP Murah Chipset Snapdragon, Harga Mulai Rp1 Jutaan per September 2026
-
Polisi Tangkap Pria di Blora Terkait Hilangnya Mozza, Pengakuan Pelaku Bikin Merinding!