Suara.com - Tanggal 9 Februari diperingati setiap tahun sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Terbentuknya HPN berawal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dibentuk pada 9 Februari 1946. Setelah berjalan, pada 23 Januari 1985, Presiden Soeharto menetapkan HPN diperingati setiap 9 Februari.
Dalam dunia pers, terdapat wartawan yang bekerja untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat. Peran wartawan sangat penting dalam penyebaran informasi kepada masyarakat secara fakta. Wartawan juga bekerja untuk melawan berita-berita bohong yang terdapat di masyarakat. Namun, rupanya terdapat fakta-fakta menarik mengenai wartawan. Ini dia di antaranya, mengutip laman Lifehack.
1. Mereka dikejar tenggat waktu (deadline)
Seorang wartawan harus bergerak cepat. Hal ini karena mereka dikejar oleh tenggat waktu yang telah ditetapkan, agar informasi yang didapat bisa segera disebarkan kepada masyarakat. Mereka juga harus bisa fokus dalam membuat pemberitaan walaupun sedang dikejar waktu. Hal itu untuk menghindari kesalahan informasi yang telah dibuatnya.
2. Serbaguna dan mudah beradaptasi
Seorang wartawan tidak hanya menyebarkan informasi kepada masyarakat. Mereka juga menghibur dan mengedukasi masyarakat dengan konten-konten yang dibuat dalam tulisannya. Oleh karena itu, tulisan yang dibuat wartawan terdiri dari berbagai macam jenis, dengan kegunaan yang berbeda.
Wartawan juga mudah beradaptasi. Hal ini karena tuntutan seorang wartawan harus bisa meliput daerah-daerah baru. Kemampuan beradaptasi ini yang membuatnya bisa menyesuaikan dengan kondisi yang mungkin baru dikenalnya.
3. Mereka tenang dalam menghadapi kritik
Seorang wartawan sudah terbiasa menerima kritik dari sebuah organisasi, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Terkadang, walaupun bertujuan untuk menyebarkan informasi di masyarakat, wartawan harus rela mendapat banyak kritikan di masyarakat. Namun, wartawan dituntut untuk tenang menghadapinya dan fokus dengan pekerjaan yang dilakukannya.
4. Mereka sering menjadi kritikus untuk dirinya
Setiap membuat sebuah tulisan atau karya, wartawan pasti melakukan kritik terhadap tulisannya sebelum diterbitkan. Ia mampu menilai apakah tulisan tersebut layak untuk dipublikasi atau tidak. Ia juga selalu melihat apakah penggunaan kalimatnya sudah benar atau belum. Semua itu dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.
5. Mereka bekerja di industri yang sangat kompetitif
Saat ini banyak media yang ada di masyarakat, baik cetak, elektronik, online, bahkan sekarang terdapat media sosial. Oleh karena itu, wartawan sangat kompetitif. Mereka bersaing secara sehat untuk menghasilkan tulisan yang terbaik. Di sisi lain, mereka juga saling mendukung untuk menghidupkan peran seorang wartawan di masyarakat.
6. Rendah hati
Banyak orang yang menilai wartawan adalah profesi yang sombong. Namun, mereka adalah pekerjaan yang rendah hati. Mereka memiliki etika apa yang layak untuk dipublikasi dan tidak. Sebelum dipublikasi, terdapat tahap editor untuk membuat tulisan menjadi lebih baik. Sebagai penulis, mereka juga tidak keberatan jika tulisannya diubah demi kebaikan pemberitaan yang disebarkan ke masyarakat.
Baca Juga: Jokowi: Pemerintah Siapkan Vaksinasi Covid-19 Bagi 5.000 Wartawan
7. Mereka mempertaruhkan karier setiap hari
Wartawan memiliki tanggung jawab yang besar. Hal ini karena ia harus memberitakan sesuatu berdasarkan fakta yang ada. Tidak hanya menyangkut dirinya, tetapi juga orang banyak. Apapun yang ia tulis akan berpengaruh kepada orang banyak. Oleh karena itu, setiap apapun yang ia publikasikan, akan mempertaruhkan karier mereka sendiri.
8. Mereka adalah bagian dari industri yang berkembang
Pers merupakan industri yang terus berkembang. Hingga saat ini metode pemberitaan terus berkembang setiap waktunya. Dahulu pemberitaan melalui radio, koran, dan beberapa media cetak lainnya. Sekarang, bisa melalui televisi, media sosial,bahkan media online yang mudah diakses oleh masyarakat.
9. Mereka adalah penulis yang sangat terampil dan berkualifikasi
Wartawan memiliki kemampuan menulis yang sangat baik. Mereka juga didasari dengan pengetahuan penulisan yang baik. Oleh karena itu, setiap tulisan yang dibuatnya berdasarkan standar etika penulisan yang ada. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
7 Sepatu Nike dengan Diskon hingga 69% di Foot Locker, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepatu Badminton Terbaik, Performa Oke Bebas Cedera
-
5 Sunscreen dengan Kandungan Panthenol, Perlindungan Maksimal Skin Barrier
-
Berapa Biaya Masuk Taman Nasional Tesso Nilo? Rumah Gajah Sumatera yang Digusur Kebun Sawit
-
Kebangkitan Rempah Nusantara: Inilah Para Jawara Muda yang Mengubah Wajah Kuliner Indonesia!
-
Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati?
-
Apa Itu Status Darurat Bencana Nasional? Pengertian, Indikator, dan Prosedurnya
-
Daftar Zodiak Paling Beruntung di Bulan Desember 2025, Apakah Kamu Termasuk?
-
Si Paling Hoki, Ini 3 Shio yang Diprediksi Bakal Beruntung Banget pada Desember 2025
-
Maybank Indonesia Dorong Sport Tourism Ramah Lingkungan Lewat Il Festino 2025