Suara.com - Bercerai tidak sedikit meninggalkan trauma bagi sebagian orang terhadap pernikahan. Namun, jika Anda jatuh cinta lagi kepada seseorang, hal ini bisa memberikan Anda kesempatan untuk kembali menemukan kebahagiaan.
Bukan hanya memberikan kebahagiaan baru, menikah untuk kedua kalinya juga akan memberi Anda dukungan fisik dan emosional yang gagal dilakukan pernikahan sebelumnya.
Tapi, ingat mesti ada hal yang mesti dipertimbangkan saat ingin menikah lagi. Dilansir melalui Times of India,berikut beberapa alasan yang harus dipertimbangkan saat ingin menikah lagi.
Jatuh cinta
Begitu Anda melalui perceraian, menemukan cinta dan memercayai seseorang bisa menguras emosi. Namun, jika Anda akhirnya bertemu seseorang yang siap untuk bersama dalam keadaan terburuk , akan memprioritaskan dan membantu Anda percaya bahwa cinta memang membutuhkan kesempatan kedua, maka orang itu layak untuk diajak menikah.
Tidak ada paksaan, tapi keinginan murni
Seharusnya tidak ada paksaan untuk menikahi seseorang lagi, kecuali jika Anda benar-benar menginginkan seorang pendamping.
Pernikahan kedua setelah perceraian seharusnya hanya menjadi keputusan yang melibatkan cinta dan kenyamanan. Jika Anda yakin bahwa Anda secara sukarela bersemangat menghabiskan sisa hidup Anda dengan orang tersebut, lanjutkan saja. Anda bisa memilih kebahagiaan Anda lagi.
Pastikan untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain
Baca Juga: Atta Halilintar dan Aurel Belum Daftar Nikah ke KUA Sawah Besar
Menikahlah dengan seseorang yang siap mengemban tanggung jawab Anda dan sebaliknya. Jangan hanya bergantung pada orang lain untuk semua kebutuhan Anda; pastikan Anda memenuhi keinginan mereka juga. Hargai kesempatan yang diberikan kepadamu sekali lagi, karena bahagia, kesempatan kedua jarang terjadi.
Perencanaan keuangan yang tepat
Menikah lagi tanpa kesesuaian finansial bisa menjadi keputusan yang tidak dewasa. Jika Anda memiliki anak dari pasangan Anda sebelumnya, pastikan pasangan Anda saat ini setara dengan keharusan merawat Anda semua. Selain pengeluaran dasar rumah tangga, harus ada komitmen yang pasti mengenai rencana keuangan, tunjangan dan pengeluaran perkawinan.
Ini bukan lagi sekadar nafsu
Anda mungkin memulai sebagai hubungan kasual setelah perceraian, tetapi sekarang, jika Anda berdua yakin bahwa Anda merasa lebih dari sekadar nafsu, Anda berdua berada di arah yang benar. Nafsu saja tidak cukup untuk membuat pernikahan jangka panjang berhasil. Jika Anda dan pasangan saat ini diliputi perasaan cinta yang dalam, mungkin inilah saatnya Anda memberi diri Anda kesempatan kedua untuk menikah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya