Suara.com - Semakin hari, banyak lelaki merasa penis atau alat vitalnya semakin tidak sensitif. Bahkan, beberapa merasa mati rasa sepenuhnya.
Kondisi itu bagi beberapa orang membuatnya sulit orgasme. Masalah ini relatif umum terjadi pada orang yang memiliki penis, menurut para ahli.
“Kami melihat banyak pria di klinik kesehatan seksual kami yang mengeluhkan sensasi penis yang berkurang,” kata Michael Ingber, MD, seorang ahli urologi dan urogynecologist di Garden State Urology.
Lalu, bagaimana cara untuk meningkatkannya lagi?
“Penis dipersarafi [disuplai dengan saraf] oleh saraf yang disebut saraf pudendal,” kata Ingber.
Saraf pudendus tidak hanya memberikan sensasi pada kulit penis, tetapi juga daerah perineum, skrotum, dan anus.
“Tetap saja, kulit di penis sama dengan kulit yang ada di seluruh tubuh Anda,” kata Jamin Brahmbhatt, MD, seorang ahli urologi dan ahli kesehatan seksual di Orlando Health.
Ia melanjutkan, bahwa bergantung pada ketebalan kulit dan keberadaan serabut saraf, sensasi dapat dirasakan dengan berbagai cara.
Kulit penis sendiri kurang tebal daripada, katakanlah, kulit di telapak kaki. Itulah sebabnya penis lebih sensitif.
Baca Juga: Pria Perlu Tahu, Berikut 8 Makanan Agar Penis Tetap Prima
Setelah Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kulit di penis dan saraf yang menyebabkan rangsangan, mari kita lanjutkan dan bahas mengapa Anda mungkin melihat penurunan sensitivitas dan apa yang dapat Anda lakukan.
“Tubuh Anda secara alami akan mengurangi sensasi pada penis jika terjadi gesekan mekanis yang konstan dalam waktu singkat,” kata Brahmbhatt.
Sebenarnya ada kata untuk respons fisiologis yang berkurang terhadap rangsangan yang sering diulang: pembiasaan. Jadi pembiasaan bisa terjadi "dengan terlalu banyak masturbasi" atau jika Anda "melakukannya sepanjang malam".
Untuk soluasinya ada kebiasaan yang harus diubah. Jika Anda melakukan masturbasi secara agresif dengan banyak tekanan Anda perlu melonggarkan cengkeraman itu.
Pada awalnya, ini tidak akan terasa menyenangkan, tetapi seiring waktu, tubuh akan menyesuaikan diri, dan Anda akan mendapatkan kembali kepekaan.
Berhubungan seks atau masturbasi dengan frekuensi yang lebih sedikit adalah cara lain untuk meningkatkan kepekaan, Brahmbhatt menambahkan.
Jika Anda melakukannya selama berjam-jam atau menyentaknya tiga atau empat kali sehari, beri dia waktu istirahat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Jangan Asal Pakai Skincare, Kulit Berjerawat Butuh Formula yang Tetap Jaga Lapisan Pelindung Kulit
-
4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam
-
31 Mei dan 1 Juni 2026 Libur Apa? Ini Bedanya agar Tak Salah Momen
-
Terpopuler: Sepatu Tanpa Tali dari New Balance hingga Adidas Buat Jalan Kaki Anti Pegal
-
Apa Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha?
-
5 Matras Yoga Anti Slip yang Nyaman Dipakai Olahraga, Banyak Dipuji Tidak Gampang Geser
-
Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya
-
Kenapa Pancasila Lahir pada Tanggal 1 Juni 1945? Ini Sejarah Perjuangannya
-
4 Skin Tint Anti Dempul Terlaris di Shopee, Banyak Di-review Ringan dan Nyatu di Kulit
-
Resmi! Pedoman Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Sekolah dan Instansi Pemerintah