Penggalangan Dana untuk Lingkungan Hidup
Tak hanya itu, seringnya melihat sampah yang dijumpainya di lapangan golf mendorong Laura Seca Widyatmodjo untuk mulai berperan aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan sampah. Siswa kelas 11 program IB diploma di SMA British School Jakarta ini mewujudkan misi mulianya itu melalui Gerakan “Junior Golfers For A Cause”.
Laura yang telah mengikuti turnamen golf sejak usia 12 tahun itu, menjelaskan bahwa tujuan Gerakan Junior Golfers For A Cause adalah melakukan kegiatan sosial berupa pengumpulan donasi untuk disumbangkan ke organisasi yang bergerak di konservasi atau edukasi lingkungan hidup.
Cara mereka mengumpulkan donasi ini cukup unik, yaitu dengan melakukan 'juggling golf ball', untuk setiap seribu rupiah yang masuk. Laura menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah dilakukan sejak 25 Maret lalu, dan akan berlangsung hingga 30 April 2021.
Saat ini donasi yang sudah terkumpul adalah sekitar Rp 6,5 juta, yang artinya Laura dan teman-temannya sudah memantulkan bola golf sebanyak 6500 kali! Seru, ya!!
Rencananya, donasi yang terkumpul akan diserahkan pada Teens Go Green Indonesia, sebuah komunitas anak muda yang melakukan kegiatan edukasi lingkungan bagi para remaja.
"Saya memilih organisasi ini karena mereka memiliki program mendidik anak remaja tentang bahayanya sampah plastik di laut atau perairan kita," jelas Laura yang sempat meraih juara 3 ajang IJG (Indonesian Junior Golf) Premier League 3 di Jakarta.
Siapapun, sambung dia, dapat berpartisipasi dalam Gerakan Junior Golfers for A Cause meskipun Anda bukan seorang pegolf.
Ada berbagai cara untuk berpartisipasi: Anda dapat menyumbang dengan ‘balasan’ pegolf junior akan melakukan latihan “juggling” bola golf. Minimum donasi Rp 100ribu untuk 100 juggles.
Selain itu, masyarakat pecinta golf bisa berpartisipasi dengan menunjukkan kebolehannya bermain golf dengan melakukan juggling bola golf dalam sebuah video dan mengirimkannya ke email juniorgolf2021@gmail.com.
"Tidak harus “juggling” dalam jumlah banyak ya. dan setiap tindakan kecil atau besar akan sangat dihargai," jelas Laura.
Baca Juga: Peduli Lingkungan, Sekelompok Anak Muda Lakukan Aksi Bersih-bersih Candi
Video yang dikirim, lanjut dia, akan di upload di youtube Junior Golfers For A Cause.
Komitmen Serius di Bidang Lingkungan
Lebih lanjut Laura mengatakan bahwa gerakan sosialnya ini akan terus berlanjut hingga akhir 2021. "Ya, saya berencana untuk melanjutkan kampanye ini selama tahun ini dan memberikan donasi yang terkumpul untuk beberapa proyek berbasis lingkungan lainnya," ujarnya yang pernah mengikuti ajang FOBISIA (Federation of British International Schools in Asia) di Yangon, Myanmar.
Junior Golfer for a Cause ini sebetulnya bukan gerakan pertama Laura dalam perhatiannya pada lingkungan. Setahun sebelumnya ia dan teman-temannya sudah menciptakan bisnis kecil bernama Boba Gals.
“Kami menjual minuman dan makanan boba. Keuntungan yang kami peroleh dari bisnis ini kami sumbangkan ke beberapa proyek yang berhubungan dengan kesehatan, lingkungan, dan pendidikan," tuturnya.
Ketertarikan Laura pada lingkungan bisa dibilang serius. Ia bahkan berkeinginan kuliah di universitas di Amerika Serikat dan mempelajari ilmu lingkungan atau ilmu Teknik Lingkungan.
“Saya berharap, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan, akan bermanfaat untuk membantu untuk memperbaiki lingkungan dan mengurangi sampah yang menumpuk di perairan kita,” ujar Laura yang bercita-cita bisa mengikuti kompetisi di beberapa turnamen profesional atau amatir baik di Asia maupun di Amerika Serikat.
Laura berharap remaja seusianya atau masyarakat lainnya dapat mendukung dan ikut berdonasi dalam gerakan ini. Dia juga berharap, pandemi segera berakhir, sehingga Gerakan Junior Golfer For A Cause bisa melakukan tindakan yang lebih nyata.
Berita Terkait
-
Dilema Gen Z di Era Konsumtif: Peduli Lingkungan tapi Masih Suka Flash Sale
-
Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan
-
Greenwashing: Saat Produk Ramah Lingkungan Justru Dorong Konsumsi Berlebih
-
FOMO Gaya Hidup Zero Waste: Peduli Lingkungan atau Takut Ketinggalan Tren?
-
Less Waste dari Diri Sendiri, Kenali Prinsip 5R untuk Kurangi Sampah Sehari-hari
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik
-
Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea
-
Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman dan Ampuh untuk Kulit Berjerawat?
-
Foundation atau Skin Tint Dulu? Ini Panduan untuk Makeup Flawless
-
Tak Sekadar Bersih, Ini Cara Baru Ciptakan Rumah yang Lebih Nyaman
-
5 Warna Keberuntungan Rumah Menurut Feng Shui Sesuai Arah Mata Angin, Bikin Hoki Mengalir
-
Shio Apa yang Kaya? Rahasia Kekayaan Menurut Zodiak Cina
-
Tak Perlu AC! Ini 4 Kipas Angin Meja Terbaik yang Adem, Senyap, dan Hemat Listrik
-
5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
-
Ramalan 12 Zodiak Minggu 12 Juli 2026: Leo Mandi Hoki, Sagitarus Perlu Jaga Emosi