Suara.com - Di bulan puasa ini, bagi Anda yang sudah rindu kampung halaman namun tidak bisa mudik, tidak perlu bersedih. Anda tetap bisa merasakan sensasi pulang kampung dengan berbuka puasa di Quba Pop Up Resto yang berlokasi di Rooftop Sutasoma Hotel, yang untuk kedua kalinya dibuka selama bulan Ramadan. Dan di 2021 ini, restoran ini dibuka dengan tema '2 Tahun Nggak Pulang Kampung!'
"Kami ajak 2021 ini pulang kampung cukup ke Tribata aja. Kami ingin sambut bapak dan ibu untuk bisa rayakan di Tribrata dengan suguhan makanan Indonesia. Kami tidak serve makanan Eropa, cuma makanan Indonesia, supaya benar-benar merasa ini di kampungnya," ujar General Manager Tribrata, Ferri Irawan, di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, saat pembukaan Quba Pop Up Resto sebelum Ramadan.
Adapun paket yang ditawarkan Quba Pop Up Resto ini tersedia untuk per orangan, dengan harga Rp 298 ribu per orang. Namun yang perlu diingat, karena sering kali peminatnya membludak, Ferri meminta pengunjung untuk melakukan reservasi atau pemesanan tempat melalui Hotel Sutasoma.
Untuk harga per paket, pengunjung sudah bisa menikmati beragam sajian yang ada di restoran ini saat berbuka puasa, mulai pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, mengikuti aturan waktu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dari pemerintah.
Restoran ini sudah bisa dinikmati pada Selasa, 13 April 2021, tepat di hari pertama umat islam menjalani ibadah puasa dan berbuka puasa.
Aneka hidangan lokal rasa otentik
Mengingat pada hari biasa restoran berkonsep pop up ini tidak digelar, maka pihak Quba ingin maksimal menyambut tamu yang datang selama 1 bulan per tahunnya, makanan yang disajikan juga tidak asal-asalan.
Dari mulai Nasi Kebuli, Kebab, Bakwan Malang, Mie Ayam Dharmawangsa, Gado-gado, Ketoprak, Mie Kocok Bandung, Sate Maranggi, Nasi Uduk Betawi, Martabak Telor, Uli Ketan, dan sebagainya.
Suara.com sempat mencicipi Bakwan Malang. Awalnya pesimis dengan rasanya, tapi nyatanya cukup dibuat terkejut dengan rasa yang otentik dan isinya yang lengkap. Seperti baso udang, baso daging giling, pangsit, dimsum batagor, hingga tahu batagor berkumpul dalam satu wadah lengkap.
Nasi Briani khas Aceh juga patut dicoba. Tidak ada bau amis daging kambing yang menusuk. Potongan daging kambing yang disajikan juga sangat lembut, rusuk bisa dengan sangat mudah dilepas.
Baca Juga: Sambut Bulan Penuh Berkah, Simak Promo Ramadan di ARTOTEL Yogyakarta
Jangan sampai terlewat: Gorengan bakwan yang bikin nagih!
Bagi kebanyakan orang Indonesia, tidak lengkap rasanya jika buka puasa tanpa menyantap gorengan. Dan makanan satu ini juga disajikan di sini. Bahkan, Ferri menyarankan untuk tidak melewatkan bakwan buatan Tribrata.
Camilan satu ini memiliki rasa yang khas, lembut dan renyah sekaligus secara bersamaan. Banyak pengunjung Tribrata yang dibuat ketagihan dengan gorengan yang terdiri dari tepung dan sayuran itu.
Tidak hanya bakwan, ada pula aneka gorengan lainnya seperti tahu, martabak telur, tempe goreng, tahu isi, hingga combro. Dan supaya rasanya tetap sempurna, semua gorengan dibuat dadakan di tempat. Anda bisa menyantapnya hangat-hangat saat berbuka puasa.
Selain aneka gorengan, ada pula makanan kecil khas daerah seperti lupis, kue lapis, otak-otak, batagor, es campur, kopyor hingga puding.
Aneka minuman khas kampung
Minuman yang disajikan di sini tidak muluk-muluk, dan tak jauh-jauh dari tema pulang kampung yang diusung. Salah satunya adalah teh manis kampung, yang rasanya sangat khas seperti Anda berada di rumah.
Ada juga kopi manis atau kopi hangat khas Aceh, es jeruk, hingga infuse water yang melegakan tenggorokan setelah seharian berpuasa.
Selain menikmati makanan yang menggugah selera, Anda juga bisa menikmati pemandangan malam kota Jakarta dari Rooftop Sutasoma Hotel saat bulan Ramadan. Dan ditambah alunan musik khas Timur Tengah yang akan membuat nuansa khas Ramadan sangat terasa di restoran ini. Sungguh momen buka puasa yang sempurna!
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Samsung Hadirkan Game Changer lewat Galaxy Z Fold8, Ini Harga dan Spesifikasinya
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Jangan Asal Congkel, Ini 6 Cara Membersihkan Bunga Es di Freezer Secara Efektif
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan