Suara.com - Suka atau tidak suka, salah satu tahapan paling sensitif dalam hidup setiap orang adalah ketika mereka mencapai usia tua. Pada tahap ini, segala sesuatu di sekitar menjadi sangat sensitif.
Kebanyakan orang tua kemudian akanlebih bergantung pada orang lain untuk bertahan hidup, tetapi tidak untuk Ammakannu.
Di usia 84 tahun, Ammakannu masih bekerja paruh waktu mengupas bawang. Dia berjalan sekitar dua hingga tiga km setiap hari untuk menjual produknya di pasar.
Tetapi karena dia tidak dapat melanjutkan rutinitas hariannya karena pandemi, perempuan tua pekerja keras ini pergi ke kios koki Ricky dan bergabung dengan pekerjaan apa pun yang tersedia, seperti mengupas bawang.
Dia menarik perhatian chef Ricky Narayanan yang membuka halaman Facebook-nya untuk berbagi kekaguman atas energinya meskipun usianya sudah tua.
Dilansir dari World of Buzz, dia menjelaskan bahwa Ammakannu biasanya datang ke tokonya dan bertanya apakah dia butuh bantuan. Chef itu mengatakan bahwa dia biasanya memberinya sayuran seperti bawang merah, bawang putih, atau jahe untuk dikupas dan dia berjalan pulang pada 16:30 setelah dia selesai.
Dia juga mengatakan bahwa Ammakannu menjual sayurannya dari pertanian di Pasar Awam Salak terdekat dan bekerja di pedagang Cina. Tetapi dengan kasus Covid-19 yang meningkat, dia disarankan untuk tidak melakukannya.
“Dia suka datang ke toko saya dan mengupas bawang, saya tidak memberinya tugas yang sangat berat. Tapi saya mengagumi tekadnya untuk bekerja terlepas dari usianya, "
Chef Ricky mengatakan bahwa nenek itu mengingatkannya pada ibunya sendiri yang tinggal di Penang karena mereka berdua memiliki kepribadian yang sama. Dia mengatakan dia memperlakukannya sebagai ibunya sendiri dan suka mengobrol dengannya.
Baca Juga: Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Simak Bacaan Latin dan Artinya
Netizen di bagian komentar memuji wanita tua pekerja keras dan mengagumi kekuatannya di usia yang begitu tua.
Chef Narayanan berbagi bagaimana ia berharap generasi muda dapat belajar satu atau dua hal dari nenek karena bekerja keras dengan tekad penuh selalu mendorong kita selangkah lebih maju dalam hidup dan membantu kita melampaui batasan. Tidak peduli berapa usia Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik