Suara.com - Ada beragam alasan mengapa seseorang bisa terjun ke dunia bisnis, termasuk bisnis busana muslim.
Servantina Bunga contohnya, mengaku membangun bisnis busana muslim Shahiahijab gara-gara sang anak. Kok bisa?
"Setelah kelahiran anak saya waktu itu, karena anak saya perempuan, saya pengen dandanin pakai gamis, pakai hijab. Dan waktu itu saya cari-cari gamis sama hijab, setelah dicari susah ketemunya," ungkapnya, dalam acara Inspirasi Bisnis Penjual Fashion Muslim selama Bulan Ramadan bersama Shopee, Senin (26/4/2021).
Gara-gara pengalamannya tersebut, ia menyampaikan gagasan tersebut kepada suaminya untuk mencoba berjualan gamis anak.
Ia mengatakan, ia sudah menyukai dunia perkainan sejak masa sekolah.
"Dari jaman masih sekolah kayak udah suka gitu ke toko kain. Lihat-lihat bahan, terus lihat bahan yang baru, motif baru, kayak gitu," ungkapnya.
Ia sempat ikut kursus menjahit saat ia hamil. Dari situlah muncul gagasan untuk membangun usaha gamis anak.
"Setelah itu kita langsung eksekusi cari bahan. Karena di Ngawi ini kan kota kecil, toko kainnya terbatas, jadi kita ke kota sebelah, yaitu Solo," ceritanya.
Tidak gampang mencari tukang jahit yang cocok. Setelah mencari ke sana ke mari, barulah ia mendapatkan tukang kain dan tukang jahit yang sesuai.
Baca Juga: Diejek Pakai Itu-itu Aja, Baju Bunga Zainal Setara Harga Setahun Makan
"Setelah mendapat kain, saya cuma beli lima meter aja. Setelah itu, kita cari penjahitnya, dan itu nggak gampang," ucapnya.
Sejak itulah usaha bisnis gamisnya dimulai. Servantina Bunga memutuskan untuk mencoba menjualnya di situs online.
"Dari mulai awal sampai ketemu tim yang sekarang, banyak prosesnya. Kemudian saya langsung join di Shoppe jualanya," pungkasnya.
Ia menceritakan, proses usahanya juga memiliki masalah dan tantangan. Ia mengatakan, membangun bisnis perlu mental yang kuat.
"Namanya bisnis tuh, kita dituntut untuk kuat mental. Dari awal memulai sampai sekarang, nggak lepas dari masalah," ceritanya.
Baginya, wajar saat usaha memiliki kerugian dan juga gagal produksi. Karena itu, ia mencoba tidak berlarut-larut dan langsung mencari solusi.
Berita Terkait
-
6 Brand Modest Lokal Busana Muslim Etnik, Cocok untuk Halal Bihalal
-
Viral Pesan Baju Lebaran untuk Suami, yang Datang Gamis Perempuan
-
6 Rekomendasi Sepatu yang Cocok Dipakai dengan Baju Gamis Saat Lebaran
-
Lebaran Bukan Fashion Week: Mending Hati yang Glow Up daripada Pamer Gamis Baru
-
Stop Tambah Limbah Tekstil! Cara Cerdas Sulap Gamis Lama Jadi Outfit Baru
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok