Lifestyle / Female
Senin, 23 Maret 2026 | 14:30 WIB
Aneka brand modest fashion unjuk gigi dalam gelaran Fashion Rhapsody 2026 di Pakuwon Mall, Bekasi. [Suara.com/Dini Afrianti]
Baca 10 detik
  • Enam brand modest lokal dengan sentuhan etnik wastra layak dilirik.
  • Wastra nusantara seperti batik dan tenun ciptakan karakter fashion Indonesia unik.
  • Koleksi etnik didesain timeless sehingga cocok untuk halal bihalal dan pesta.

Suara.com - Sentuhan entik dalam fashion modest jadi salah satu kekayaan Indonesia. Namun desainer dan brand modest yang manfaatkan potensi tersebut masih terbatas, siapa saja ya?

Ketua Fashion Rhapsody, Ariy Arka mengatakan perpaduan nilai religius, modern, dan kekayaan budaya lokal membuat modest fashion sebagai salah satu kekuatan baru dalam industri fashion global, sekaligus sarana pelestarian warisan budaya lokal.

"Sentuhan etnik dalam koleksi modest merupakan sebuah kekuatan, karakter, dan identitas serta keunikan Indonesia dengan kekayaan budayanya. Kekuatan modest fashion Indonesia justru berada pada idiom kulturalnya sehingga membuatnya berbeda dengan koleksi modest dari negara lain,” kata Ariy Arka di pagelaran Fashion Rhapsody 2026 di Pakuwon Mall, Bekasi beberapa waktu lalu.

Ariy kemudian merekomendasikan 6 brand modest karya desainer yang memadukan sentuhan etnik dalam karyanya, yakni Erdan, Rita Batik, 3H, Amoure, Djenggala, dan Clue. Tidak hanya batik, para desainer modest ini jago mengkreasikan wastra nusantara berbagai daerah menjadi karakter fashion tersendiri. Wastra tersebut meliputi tenun, songket, lurik, ulos, hingga tapik.

Aneka brand modest fashion unjuk gigi dalam gelaran Fashion Rhapsody 2026 di Pakuwon Mall, Bekasi. [Suara.com/Dini Afrianti]

Keenam brand modest ini memadukan warna cerah khas dari wastra dengan border unik, berikan nuansa cerah dan anggun sekaligus. Ada juga perpaduan batik, tapis Lampung dikemas dengan warna soft dan dusty sehingga ciptakan suasana elegan.

Tidak lupa desainnya juga mudah dipadupadan. Dari mulai long outer, crop top, vest, hingga celana kulot kekenian.

Koleksi dari 6 desainer ini juga berikan kesan timeless sehingga tidak melulu digunakan untuk hari raya Idulfitri, tapi juga untuk halal bihalal, pertemuan formal hingga hingga pesta keluarga.

Aneka brand modest fashion unjuk gigi dalam gelaran Fashion Rhapsody 2026 di Pakuwon Mall, Bekasi. [Suara.com/Dini Afrianti]

Sekadar informasi, unsur etnik dalam modest fashion merujuk pada penggunaan elemen budaya lokal seperti motif tradisional, teknik tekstil, material, serta bentuk pakaian tradisional. Penggunaan unsur ini berfungsi sebagai identitas budaya sekaligus inovasi desain.

Pentingnya mengombinasikan idiom lokal dengan tren modest terbaru, menurut Ariy Arka, membuat desainnya justru menjadi lebih segar, chic, dan versatile karena tak hanya bisa digunakan pada momen berlebaran saja tetapi pada acara formal atau kasual lainnya.

Baca Juga: Linen Kembali Jadi Andalan Musim Panas: Saat Busana Ringan Bertemu Gaya Modern

Koleksi dari 6 desainer ini bisa disaksikan di Ramadan Rhapsody 2026 hasil kolaborasi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Pakuwon Mall CITY Bekasi, periode 4 hingga 29 Maret 2026.

Load More