Entertainment / Gosip
Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:00 WIB
Viral beli gamis pria yang datang malah begini. (Instagram)

Suara.com - Momen menjelang Idul Fitri selalu identik dengan persiapan busana terbaik untuk bersilaturahmi.

Namun, apa jadinya jika persiapan yang sudah disusun jauh-jauh hari justru berakhir dengan kekecewaan mendalam?

Inilah yang dialami oleh seorang pengguna media sosial dalam sebuah fenomena "ekspektasi vs realita" yang tengah menjadi buah bibir netizen setelah viral.

Kisah ini bermula dari unggahan akun Instagram fatmaghozy pada 15 Maret 2026.

Dalam sebuah video yang dengan cepat memicu reaksi publik, pemilik akun tersebut menyampaikan sebuah keluhan yang ia sebut sebagai "Surat Terbuka buat Toko Online".

Kejadian ini menambah daftar panjang risiko belanja daring di tengah euforia pemburuan baju Lebaran yang sering kali mengabaikan ketelitian demi mendapatkan model terbaru.

Dalam videonya yang penuh emosi, ia mengungkapkan kekesalannya karena barang yang diterima jauh dari kata sesuai.

Niat awalnya adalah memesan set gamis pria yang gagah untuk suami dan putra tercintanya agar bisa tampil seragam saat hari raya nanti.

Namun, saat paket dibuka, isi di dalamnya justru sebuah gamis perempuan yang lengkap dengan model feminin.

Baca Juga: Lewatkan Suntik Vitamin K Setelah Lahir, Bayi Ini Alami Kebocoran Otak Permanen

Kekecewaan tersebut dituangkan secara gamblang dalam narasi video yang kini viral.

"Surat terbuka buat toko online. Tolong ya ini udah mau lebaran, udah mepet banget, udah terlanjur dibuka. Masa aku pesan kayak gini nih. Kayak gini datangnya ya. Kayak gini. Lihat nih. Ya ampun, yang jelas aja ngirimnya. Masa kok kayak gini dikirim? Aku kan pesnya kayak gini lebaran kayak gini, Mas. Allahah banget ya. Tutup aja to," katanya ngomel-ngomel.

Sementara suami dan anaknya hanya diam sambil mengenakan gamis perempuan yang sudah datang.

Unggahan ini pun langsung diserbu ribuan komentar dari netizen.

Banyak yang merasa simpati, namun tidak sedikit pula yang menaruh curiga pada keaslian konten tersebut.

Di dunia hiburan digital, batas antara kejadian nyata dan "settingan" demi konten memang sangat tipis.

Load More