Suara.com - Pangeran Harry dinilai manja dan egois karena menyerang cara parenting sang ayah, Pangeran Charles begitu cepat setelah kematian kakek Pangeran Philip, kata seorang ahli kerajaan.
Pada hari Kamis, ia mengklaim ayahnya menurunkan "siklus" dari "rasa sakit dan penderitaan genetik" kepadanya. Hal itu juga yang jadi alasan dia dan istrinya Meghan Markle pindah ke Los Angeles untuk diputuskan.
"Dia memperlakukan saya seperti dia diperlakukan," kata pria berusia 36 tahun itu di podcast "Armchair Expert" Dax Shepard, secara efektif mengkritik kakek-neneknya - Ratu Elizabeth II dan mendiang Pangeran Philip.
Juru tulis kerajaan Robert Jobson - yang buku terbarunya, "Prince Philip's Century," menceritakan kehidupan Duke of Edinburgh - terkejut bahwa pemberontak kerajaan terus mengkritik tidak lama setelah meinggalnya Pangeran Philip.
“Untuk mulai mengatakan hal-hal dalam beberapa minggu setelah pemakaman kakeknya tampaknya tidak sopan,” katanya seperti dilansri dari Page Six.
“Saya yakin jika dia menggunakan otaknya sesekali… [dia akan menyadari] tidak ada gunanya membicarakan tentangnya masalah pribadi.
“Dia berbicara tentang ayahnya, yang baru saja kehilangan ayahnya sendiri, mengalami trauma dan masalah kesehatan mentalnya sendiri. Tentunya dia harus mendukung Charles sekarang lebih dari sebelumnya dan saya tidak tahu mengapa dia melakukannya. "
Namun, Jobson menekankan bahwa dia merasa simpati kepada Harry dan memahami bahwa kesehatan mental adalah masalah yang serius. Tetapi dia masih berpikir bahwa Harry harus membicarakan keluhan keluarga dengan terapis alih-alih mengutarakannya di depan umum.
"Hanya karena dia menjual serial tentang kesehatan mental dengan Oprah [Winfrey], bukan berarti Anda harus membuang keluarga Anda," katanya. "Saya tidak benar-benar melihat apa yang diperoleh."
Baca Juga: Ada Kemungkinan Pangeran Harry dan Meghan Dibuang Sepenuhnya dari Istana
Jobson sebelumnya memberi tahu Page Six setelah wawancara Harry dan Meghan dengan Winfrey bahwa kerajaan seharusnya lebih mempersiapkan istrinya untuk kehidupan kerajaan.
"Terserah Anda untuk mengerjakan pekerjaan rumah Anda sendiri jika Anda ingin menikah dalam keluarga yang bergengsi," kata Jobson tentang Meghan.
Sejak keluar dari keluarga kerajaan, Harry dan Meghan telah menandatangani kesepakatan Spotify senilai $ 25 juta dan menandatangani perjanjian multi-tahun dengan Netflix. Film dokumenter kesehatan mental Harry dan Winfrey akan dirilis pada Mei di Apple TV +.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Berapa Harga Pompa Air Sanyo? Ini 3 Pilihan yang Awet untuk Sumur Dangkal Menurut Review
-
Hari Apa Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwal 9-10 Muharram 1448 H
-
4 Rekomendasi Genset untuk Peternak Ayam, Bebas Risau dari Mati Lampu Dadakan
-
Niat Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya
-
Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?
-
Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Apa Saja? Ini 3 Varian dan Fungsinya
-
4 Sepatu Kanky yang Versatile, Pilihan Terbaik Buat Jalan Kaki Jauh hingga Daily Run
-
4 Parfum Lokal Aroma Kelapa yang Bikin Ketagihan, Wanginya Lembut dan Tahan Lama
-
Genset 1000 Watt Bisa untuk Apa Saja? Ini 3 Pilihan dan Harganya
-
Wisata Gastronomi Kian Dilirik, Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekosistem Kuliner Indonesia