Suara.com - Berbagai macam aplikasi kencan online dapat digunakan untuk membantu mencari pacar. Meski begitu, wanita ini malah memilih menggunakan Google Form.
Melansir Insider, seorang wanita 28 tahun bernama Philippa Wilson sudah menghabiskan 2 tahun lajang. Philippa kini memutuskan untuk berkencan lagi.
Meski begitu, Philippa tidak ingin sembarangan mencari pacar. Penyebabnya, wanita ini merasa tidak dihargai saat menjalin hubungan asmara dulu.
"Aku hanya tidak punya pengalaman baik soal hubungan asmara, seperti merasa dihargai saat menjalaninya," jelas Philippa.
Wanita ini pun menambahkan bahwa ia ingin menemukan pasangan yang setara dan bisa diajak menjalin hubungan jangka panjang. Untuk itu, ia memutuskan memakai Google Forms alih-alih aplikasi kencan online.
Dengan bantuan teman-temannya, Philippa mengunggah Google Forms tersebut lewat Twitter pada April silam. Dalam sehari, wanita ini mendapatkan 505 orang pendaftar.
Tidak hanya itu, formulir yang dibuat Philippa berisi banyak pertanyaan yang mendetail. Sebagai contoh, Philippa ikut memasukkan pertanyaan seputar gaya hidup, hobi, hingga nama akun sosial media.
Dari sana, Philippa mengklaim dirinya dapat mengecek setiap pria yang mendaftar. Wanita ini juga menanyakan soal love language setiap pria yang mendaftar.
Karena terlalu detail, wanita ini sampai butuh waktu lebih dari dua minggu untuk seleksi. Padahal, Philippa sudah dibantu teman-temannya.
Baca Juga: Cara Membuat Soal di Google Form Beserta Kunci Jawabannya
Pertama-tama, Philippa menyeleksi 33 orang dari total 505 pendaftar. Kemudian, ia menghubungi 33 orang tersebut di media sosial.
Setelah bercakap-cakap, kini Philippa sudah memilih 10 orang pria untuk diajak berkencan. Meski begitu, hanya 4 orang yang tinggal di Jamaica sepertinya sementara 6 orang lain berasal dari luar negeri.
"Mereka tampaknya menjanjikan, tapi ini terlalu awal untuk tahu karena mereka masih bersikap baik sekarang," ungkap Philippa.
Wanita ini sendiri awalnya tidak mengharapkan untuk menjalani hubungan jarak jauh. Namun, setelah melihat 6 orang calon dari luar negeri, Philippa mengaku tak keberatan.
Tak hanya itu, Philippa bahkan merekomendasikan metode mencari jodoh lewat Google Forms meski memakan waktu lama dibanding aplikasi kencan online.
"Aku jelas akan merekomendasikannya, bahkan meski hanya untuk mencari tahu siapa yang tertarik, bersikap lebih aktif dalam kehidupan cinta, dan mencari cinta yang kita inginkan," ungkap wanita ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara