Suara.com - Degradasi sumber daya lahan, produktivitas yang semakin rendah, dan perubahan iklim global, dapat menjadi dampak negatif produksi pangan dunia termasuk Indonesia.
Untuk itu, peneliti melakukan beragam cara untuk mampu menciptakan bibit varietas unggul, agar produksi pangan terus berlanjut. Di dunia, peneliti telah menciptakan sebuat tomat varietas Flavr Savr, yang telah berlisensi dan dapat dikonsumsi manusia.
"Tomat yang dikenal dengan nama Flavr Savr merupakan salah satu contoh tomat yang DNA-nya telah direkayasa sehingga tidak cepat membusuk," kata Pengajar Fakultas BioTechnology, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) Puti Virgina dikutip Suara.com dari siaran pers, Minggu (30/5/2021).
Flavr Savr merupakan tomat transgenik, yang pertama kali ditanam dengan cara rekayasa genetika komersial. Tomat tersebut diproduksi oleh perusahaan Calgene di California Amerika Serikat, dan diizinkan untuk dikonsumsi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada 1992 lalu.
Putu mengatakan, hal tersebut berkat ilmu bioteknologi yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian.
Melalui rekayasa organisme, maka dapat tercipta bibit unggul, varietas tanaman unggul, biopestisida, dan pupuk hayati yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produksi pangan nasional.
Selain itu kata Putu, populasi warga dunia yang diprediksi terus meningkat hingga 9.7 miliyar pada tahun 2050, memaksa manusia meningkatkan produksi pangan untuk mencegah risiko terjadinya kelaparan.
Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan jumlah lahan subur yang dapat ditanami bahkan di negara agraris seperti Indonesia.
"Teknologi rekayasa genetika mampu menghasilkan tanaman dengan produktivitas yang lebih tinggi sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan dengan jumlah lahan yang terbatas," kata Putu lagi.
Baca Juga: Cobalah Konsumsi 5 Makanan Antiinflamasi Ini Tiap Hari, Lihat Efeknya!
Dengan adanya teknologi rekayasa genetika, maka memungkinkan manusia merekayasa mahkluk hidup hingga memiliki sifat yang dibutuhkan.
Dengan teknologi juga, manusia juga dapat menghasilkan tanaman yang tahan hama serta cuaca ekstrim, dan juga memiliki produktivitas yang lebih tinggi.
Kualitas pangan dapat ditingkatkan salah satunya dengan menunda atau memperlambat proses pematangan buah sehingga tidak mudah busuk selama proses distribusi dan penyimpanan.
Selain itu, kualitas pangan juga dapat ditingkatkan dengan memperkaya kandungan nutrisi pada pangan tersebut. Salah satu contohnya adalah Golden Rice, yang merupakan beras yang telah disisipi gen dari bakteri sehingga dapat menghasilkan beta karoten. Beta karoten tersebut akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A ketika dikonsumsi.
Penerapan bioteknologi pada pertanian Indonesia berpeluang untuk meningkatkan keuntungan. Salah satu contoh adalah produksi ikan salmon oleh perusahaan bioteknologi di US, AquaBounty.
Dengan menyisipkan gen dari salmon Chinook, perusahaan ini dapat menghasilkan salmon dengan ukuran 2 kali lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Tentunya, bila bioteknologi dapat diterapkan di Indonesia maka dapat mendorong budidaya perikanan.
Peran praktisi, peneliti, dan industri bioteknologi dalam membantu mewujudkan kedaulatan pangan sangat strategis dalam kaitannya dengan riset, pengembangan, dan penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika serta produk bioteknologi lainnya di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco
-
Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah
-
Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara
-
43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG
-
Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026
-
Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?
-
24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan
-
Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November
-
Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan
-
Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi