Suara.com - Selama pandemi Covid-19 banyak orang lebih berhati-hati dalam menggunakan atau mengalokasikan uang yang mereka miliki, termasuk untuk investasi. Butuh ketelitian dan perhitungan yang tepat saat melakukan investasi di masa pandemi.
Tapi, kabar baiknya, Staf Khusus Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru-baru ini mengungkap instrumen investasi yang tepat di masa Pandemi Covid19.
Meskipun pandemi Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, tapi tidak sedikit masyarakat yang memiliki dana sampingan, dan bisa diinvestasikan.
Nah, salah satu instrumen investasi yang tepat ialah membeli obligasi atau surat hutang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan.
"Kelompok yang punya uang tadi tidak sekedar disimpan di bank, bisa misalnya diputar dengan membeli obligasi pemerintah, ada sukuk negara ritel (Sukuk Ritel) dan lain-lain," ujar Yustinus Prastowo dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.
Yustinus menambahkan, membeli obligasi pemerintah bukan hanya bisa mengamankan aset, dan mendapatkan keuntungan yang jelas, apalagi berisiko rendah.
Lewat pembelian obligasi pemerintah, kata Yustinus, secara tidak langsung para investor ini akan membantu negara dan warga yang membutuhkan.
"Bisa bantuin negara dan bantuin orang lain, karena uangnya dipakai untuk bantuan sosial (bansos), dana insentif dan sebagainya," papar Yustinus.
Mengutip situs resmi Kemenkeu RI, berikut 8 keuntungan berinvestasi di Sukuk Ritel:
Baca Juga: Renovasi Masjid At-Taqwa di Kompleks Balai Kota, Pemkot Bogor Siapkan Rp 2,68 Miliar
- Pokok dan imbalan dijamin oleh negara.
- Tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.
- Tingkat imbalan tetap.
- Imbalan dibayar tiap bulan. Dapat diperdagangkan di pasar sekonder antara investor domestik.
- Dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik.
- Cukup dengan Rp 1juta, bisa berinvestasi di Sukuk Ritel.
- Mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
- Akses investasi sesuai prinsip syariah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
5 Sunscreen Spray SPF 50 Terbaik yang Bisa Kamu Gunakan
-
Strategi Atur Napas Finansial: Mengapa Pria Usia 30-an Kini Lebih Hobi Pakai Paylater?
-
Desain Indonesia Incar Panggung Global Lewat Pameran Furnitur Terbesar di Milan
-
Bukan Cuma Tabungan, Ini Alasan Asuransi Wajib Masuk Rencana Masa Depan
-
7 Sepatu Lokal Sekelas Nike dan ASICS, Fleksibel Buat Jalan Jauh dan Lari
-
5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
-
Lupakan Sandal Berat! Ini Tren Alas Kaki Cloud-Walking yang Bakal Dominasi Musim Panas 2026
-
Siap-siap Cuan, 5 Shio Bakal Hoki Besar Besok Minggu 12 April 2026
-
Ironi Slogan Berakhlak Mulia Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo