Suara.com - Air purifier yang memiliki high efficiency particulate air atau Hepa Filter dinilai paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19 dalam ruangan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merilis sebuah hasil penelitian bahwa Hepa Filter mampu melakukan penyaringan udara dengan komposisi 99,7 persen debu, serbuk sari, bakteri, jamur, maupun partikel udara yang berukuran 0,3 mikron.
Lalu apa itu Hepa Filter dan apa fungsinya? Berikut fakta-fakta Hepa Filter yang dirangkum Suara.com.
1. Awalnya Dikembangkan untuk Proyek Bom Atom
Encyclopedia Britannica menyebutkan Hepa Filter sudah mulai dikembangkan sejak 1940-an untuk kepentingan proyek bom atom di Amerika Serikat. Pasalnya proyek tersebut membutuhkan alat yang dapat menyaring partikel radioaktif.
Hepa Filter baru dikembangkan untuk kepentingan komersial delapan tahun kemudian. Fungsinya beralih untuk menyaring virus, bakteri, dan serbuk sari di udara. Sertifikasi atas produk ini baru diterapkan pada 1983.
2. Pemerintah Merekomendasikan Hepa Filter
Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah menyarankan penggunaan air purifier yang mengandung Hepa Filter. Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 Wilayah Jawa-Bali menyebutkan ketersediaan ventilasi menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan aktivitas di dalam ruangan.
Poin ketujuh dalam instruksi tersebut menyatakan ruangan harus selalu diupayakan untuk memiliki ventilasi udara yang baik. Membuka pintu dan jendela dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Dalam kondisi pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan High Efficiency Particulate Air atau Hepa Filter dapat digunakan di dalam ruangan.
Baca Juga: Sebelum Membeli Air Purifier, Cek Mitos dan Faktanya
Kendati demikian, berkegiatan di luar ruangan memiliki risiko penularan yang jauh lebih rendah. Walau begitu masyarakat tetap diharuskan untuk melakukan pengetatan aktivitas.
3. Hepa Filter Dipakai Pesawat
Hepa Filter sebenarnya sudah lama populer. Sebelum pandemi Covid-19 dunia penerbangan menggunakan Hepa Filter di kabin pesawat. Hepa Filter berguna sebagai penyaring udara karena kabin pesawat tak memiliki ventilasi memadai.
Hepa Filter dalam pesawat ini juga mengurangi risiko penumpang untuk terpapar Covid-19 di ruang tertutup. Namun, berpergian tetap tidak disarankan selama masa pandemi Covid-19.
Itulah beberapa fakta Hepa Filter yang diklaim mampu mencegah penularan Covid-19 dalam ruangan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi