Suara.com - Penggunaan media sosial untuk promosi rupanya juga digunakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brasilia, Brasil.
Dilansir ANTARA, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Brasil, Edi Yusup, mengatakan KBRI Brasilia mengoptimalkan penggunaan media sosial dan media massa untuk terus mempromosikan wisata dan kuliner Indonesia di negara yang terletak di Benua Amerika bagian selatan itu.
"Walaupun kita menghadapi pandemi, kita tetap promosi. Namun, promosi kita lakukan melalui pemanfaatan media sosial dan media masa secara optimal di samping mengadakan festival kuliner," kata Yusup dalam webinar Peluncuran Nota Kesepahaman BPPK, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Universitas Indonesia bertajuk Pariwisata Indonesia Pascapandemi, Proyeksi Pemulihan Pasar dan Kerja Sama dengan Kawasan Amerika: Perlunya Intensifikasi Konsolidasi Nasional.
Yusup mengatakan perwakilannya tengah mendorong promosi kuliner di Brasil karena banyak di antara warga Brasil yang pernah berwisata ke Indonesia telah mengenal dan meminati makanan khas Indonesia.
"Kami menjalin kerja sama dengan beberapa restoran di Brasil dan kelihatannya cukup efektif untuk memperkenalkan makanan Indonesia di Brasil," katanya.
Kemudian, selain terus mempromosikan kuliner Indonesia, KBRI di Brasilia juga terus mempromosikan produk-produk industri kreatif, khususnya produk kerajinan tangan dan furnitur, karena minat masyarakat Brasil terhadap produk Indonesia yang bernilai seni tinggi juga semakin tinggi.
Yusup mengaku bahwa kegiatan promosi kuliner dan produk kerajinan tangan serta furnitur itu dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan media massa di samping promosi secara langsung yang diadakan setiap pekan.
Dalam satu pekan, kedutaan sedikitnya mempromosikan tiga produk, seperti produk UKM, kuliner dan produk wisata melalui media sosial dan media massa.
"Jadi destinasi-destinasi wisata coba kita promosikan melalui sosial media kita. Kita juga memublikasikan majalah setiap tiga bulan yang menampilkan potensi daerah," katanya.
Baca Juga: Rivalitas Tinggi, Pemain Brasil Ejek Argentina yang Tersingkir dari Olimpiade Tokyo
Selain melalui media sosial dan media massa, Kedubes tersebut juga menjalin kerja sama rutin dengan dua televisi di Brasil untuk mempromosikan produk-produk Indonesia.
"Untuk tahun ini ada enam siaran. Kita sudah manfaatkan dua televisi. Yang pertama wawancara wakil ketua kamar dagang Indonesia. Kemudian yang kedua wawancara dengan deputi di Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) untuk promosi wisata Indonesia di TV Brasil," kata Dubes.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
Review Film The Secret Agent: Kisah Thriller Rezim Orde Baru Brasil
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
Rangkuman 7 Fakta Warga Sumsel yang Terlantar di Kamboja, Minta Dipulangkan
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
LINK Download dan Cara Install Exambrowser TKA 2026 untuk Laptop Windows
-
Kronologi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
-
Cara Akses Simulasi TKA SD 2026 Pusmendik, Link Sudah Dibuka!
-
Segini Utang Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK
-
Profil dan Biodata Ressa Rosano yang Gugat Denada Rp7 Miliar
-
28 Link Download Desain Amplop THR Lucu, Gratis Tinggal Cetak!
-
Ramalan Zodiak Hari Ini 4 Maret 2026: Prediksi Cinta, Karier, dan Keberuntungan
-
10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
-
Melongok Isi Garasi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq versi LHKPN