- Pertandingan Austria melawan Swiss pada 26 Juni 1954 di Lausanne mencatat rekor gol terbanyak yakni 12 gol.
- Duel bersejarah tersebut berakhir dengan skor 7-5 dan menampilkan hattrick dari Josef Hügi serta Theodor Wagner.
- Laga ini berlangsung dalam suhu ekstrem 40 derajat Celsius yang dikenal sebagai Pertempuran Panas di Lausanne.
Suara.com - Piala Dunia selalu menghadirkan pertandingan bersejarah, tetapi hanya sedikit laga yang mampu menandingi kegilaan duel Austria kontra Swiss pada 1954.
Pertandingan perempat final yang berakhir 7-5 untuk kemenangan Austria itu hingga kini masih tercatat sebagai laga dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Sebanyak 12 gol tercipta dalam pertandingan yang digelar di Lausanne, Swiss, pada 26 Juni 1954.
Rekor tersebut belum mampu dipecahkan selama lebih dari tujuh dekade penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Laga tersebut dimainkan dalam suhu ekstrem mencapai 40 derajat Celsius.
Kondisi cuaca yang tidak biasa untuk Swiss membuat pertandingan itu dijuluki Hitzeschlacht von Lausanne atau Pertempuran Panas di Lausanne.
Menariknya, sebelum laga berlangsung, tidak banyak yang memperkirakan akan terjadi hujan gol.
Austria lolos dari fase grup tanpa kebobolan, sementara Swiss hanya mampu mencetak dua gol sepanjang babak penyisihan.
Namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Penyerang Swiss Josef Hügi dan striker Austria Theodor Wagner sama-sama mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut.
Hingga kini, duel Austria melawan Swiss menjadi satu-satunya pertandingan Piala Dunia yang memperlihatkan dua pemain dari tim berbeda mencetak hattrick dalam waktu normal.
Gol ketujuh Austria yang dicetak Erich Probst pada menit ke-76 menjadi gol terakhir pertandingan.
Dengan cuaca panas menyengat dan belum adanya aturan pergantian pemain saat itu, intensitas laga menurun drastis pada menit-menit akhir.
Brasil vs Polandia, Awal Mula Laga Gila di Piala Dunia
Sebelum rekor Austria dan Swiss lahir, pertandingan Brasil melawan Polandia pada Piala Dunia 1938 menjadi laga dengan skor tertinggi.
Brasil menang tipis 6-5 dalam duel dramatis yang juga menghadirkan dua pencetak hattrick.
Berita Terkait
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
Hwang In Beom Menjadi Kunci Krusial Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Viralnya Liga Aspal Bikin Anak-Anak Menteng Kini Punya Lapangan Bola Sungguhan
-
Temui Mendag China di Shanghai, Airlangga Dorong Kemitraan Ekonomi yang Lebih Seimbang
-
Moisturizer Sariayu untuk Kulit Berminyak yang Mana? Ini Pilihan dan Review Pembelinya
-
3 Review Lipstik Ombre Lips yang Bagus dan Tahan Lama, High-Pigmented dan Transferproof 24 Jam
-
Cocoon Siap Tayang Global, Anime Perang Garapan Eks Animator Studio Ghibli
-
6 Parfum Lokal yang Cocok untuk Zodiak Gemini, Aromanya Fresh dan Ceria
-
Wonwoo SEVENTEEN Abadikan Cinta Tulus di Lagu Spring, Summer, Fall, Winter
-
Tensi Geopolitik Timur Tengah Mereda, ICP Juni 2026 Turun ke 83,45 Dolar AS per Barel
-
Karier Panjang Aiptu EW Anggota Polres Blitar Kota Hancur di Tangan Narkoba
-
Inggris vs Prancis: Konsistensi Penyerangan Prancis Berjumpa dengan Permainan Pragmatis Inggris