Suara.com - Salah satu tantangan dalam menjalani usaha kuliner adalah menghindari adanya pembeli yang menipu. Penipuan tersebut dapat merugikan, baik dalam segi materi maupun tenaga.
Seorang warganet membagikan pengalaman ibu temannya yang ditipu saat menjual martabak. Hal ini dibagikan melalui akun Twitter @FOOD_FESS.
Dalam unggahan itu, warganet ini mengingatkan agar berhati-hati dengan orang yang membeli lewat aplikasi WhatsApp. Rupanya seseorang memesan martabak dalam jumlah banyak dan berakhir merugi.
"Hati-hati ya sama yang order lewat WA. Ibunya temenku kena tipu orang padahal udah dibuat pesanannya. Doain semoga rezeki ibu temanku selalu lancar dan dilipat gandakan oleh Allah," ujar warganet ini dalam caption unggahannya.
Warganet ini menyertakan tangkapan layar percakapan antara ibu temannya dengan seseorang yang diduga menipu. Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta agar pesanannya difotokan.
Rupanya, pesanan berupa empat martabak manis dan dua martabak telur sudah dibuatkan. Semua martabak itu bahkan sudah dibungkus dan siap diambil.
Pelaku kemudian menanyakan nomor rekening. Namun penjual rekening ini menawarkan untuk dibayar lewat aplikasi seperti Gopay, Shopeepay, atau DANA.
Namun, pelaku tetap kekeuh untuk meminta nomor rekening. Setelah diselidiki, rupanya nomor dari pelaku kerap melakukan penipuan dengan modus salah transfer.
Cuitan ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
Baca Juga: Sule Hampir Jadi Korban Penipuan Sebesar Rp 1 Miliar
"Saran aja, lain kali syaratnya bayar dulu baru dibuatkan pesanannya. Jadi kalau uang masuk, baru pesanannya dibuat. Kalau orangnya nggak mau, jangan dibuatin," komentar seorang warganet.
Warganet lain kemudian ikut berkomentar. "Astaga jahat banget ya ada orang yang menipu di masa kayak sekarang," ujar warganet ini.
"Astaga lihatnya sakit hati. Kok bisa ada orang yang tega menipu," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, kurang dari 24 jam unggahan ini mendapat berbagai simpati dari publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali