Sejarah kapal pinisi
Perahu tradisional Suku Bugis ini, kerap digunakan para leluhur untuk mencari nafkah berlayar hingga Eropa dan Afrika. Itulah kenapa, kapal pinisi pernah tercantum dalam mata uang Indonesia, salah satunya uang lembar Rp 100 berwarna merah.
Menurut sejarah, kapal pinisi juga disebut sudah digunakan para raja dan pangeran. Salah satu yang terkenal adalah Sawerigading, Putra Mahkota Kerajaan Luwu. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali membuat pinisi.
Berdasarkan riwayat, pangeran Sawerigading kerap menggunakan kapal pinisi untuk berlayar menuju Tiongkok, China. Menurut kabar, kepergian pangeran tersebut bertujuan ingin meminang putri kerajaan Tiongkok bernama Putri We Cudai.
Tidak hanya berhasil sampai di Tiongkok dengan kapal pinisi, Pangeran tersebut juga berhasil menikahi Putri We Cudai, dan kembali ke kerajaan dengan menggunakan kapal pinisi.
Sayangnya, nasib nahas menimpa pangeran Sawerigading. Menjelang sampai di kerajaan, kapal pinisi yang dinaikinya terhantam ombak besar, dan serpihan kapal pinisi terdampar di tiga desa, salah satunya di Tanah Beru.
Akhirnya ketiga desa menyatukan kembali serpihan kapal, dan berhasil dirakit kembali menjadi kapal. Satu kampung membuat badan kapal, satu kampung merancang kapal, dan kampung Tanah Beru menyatukan dan merakitnya kembali jadi satu.
Sementara itu, mengutip karya tulis Muslimin, Sarina, Fitra Anggareni, dan Supratman, Peneliti Universitas Hasanuddin yang berjudul Eksistensi Panrita Lopi, menyebutkan kapal pinisi dalam sejarah kemaritiman mampu mengarungi samudera yang luas hingga sampai di Semenanjung Malaka, Filipina, Australia Utara, Madagaskar hingga ke Meksiko.
Jenis-jenis kapal pinisi
Kapal pinisi biasanya terbagi dalam dua jenis, yakni pinisi Lambda dan pinisi Palari. Untuk pinisi Lambda cenderung lebih modern dibanding pinisi Palari.
Pinisi lamda sudah dilengkapi dengan motor diesel atau mesin. Jenis pinisi ini sudah tidak menggunakan tenaga angin lagi. Sehingga kapal ini berjalan di laut tidak lagi bergantung pada keberadaan angin.
Baca Juga: Detik-detik Kapal Pinisi Wartawan Kepresidenan Terbalik di Labuan Bajo
Dari sisi ukuran, pinisi lamda juga cenderung lebih besar dari pinisi lainnya, sehingga beban dan barang yang diangkut bisa lebih banyak.
Sedangkan pinisi Palari, dikenal sebagai bentuk awal pinisi yang berukuran 10 hingga 15 meter dengan daya angkut maksimal 30 ton. Pinisi Palari bergerak masih mengandalkan layar di tengah laut berdasarkan kekuatan angin, dan dikenal dengan pinisi tradisional.
Di masa lalu, baik pinisi Lamba maupun Palari, sama sama digunakan untuk mengangkut barang dagangan atau sebagai kapal nelayan untuk mencari ikan. Namun sekarang, kapal pinisi kerap dijadikan sebagai kapal pesiar mewah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Serum Dulu atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar untuk Kulit Sehat
-
6 Zodiak yang Tak Cocok Jadi Pasangan Gemini, Hubungan dengan Scorpio Bakal Toxic
-
9 Rekomendasi Facial Wash Paling Murah di Indomaret, Mulai Rp15 Ribuan
-
5 Parfum Travel Size Lokal yang Wanginya Tahan Lama dan Praktis Dibawa Kemana Saja
-
BRI Promo Spesial Hello Kitty x Jisoo di Kota Kasablanka: Borong Merchandise Dapat Cashback Seru
-
Shio Apa yang Paling Pelit? Ternyata Ini Juaranya
-
Punya 12 Altar Dewa Dewi Agung, Kelenteng Tian Fu Gong Bakal Jadi Wisata Religi Baru di Jakarta
-
4 Zodiak yang Cocok Jadi Pasangan Gemini, Aquarius Bakal Jadi Soulmate Sejati
-
Apa Ciri-ciri Rumah Pembawa Sial? Ada 11 Termasuk Rumah Tusuk Sate
-
5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Singkat dan Khidmat