- Masyarakat Indonesia mempercayai bahwa rumah tertentu dapat memengaruhi energi serta keberuntungan penghuninya.
- Ciri rumah pembawa sial meliputi posisi tusuk sate, minim pencahayaan hingga kerusakan bangunan.
- Kepercayaan ini diatasi dengan melakukan ritual, penataan ulang, atau menjaga kebersihan rumah.
Suara.com - Dalam kepercayaan masyarakat Indonesia, khususnya yang dipengaruhi Primbon Jawa, feng shui, dan adat lokal, rumah bukan hanya tempat tinggal fisik, melainkan juga memiliki pengaruh terhadap energi, rezeki, kesehatan, dan keharmonisan penghuninya.
Beberapa rumah dianggap “pembawa sial” atau mendatangkan kesialan karena posisi, desain, atau kondisinya yang dipercaya mengundang energi negatif. Meski bersifat mitos dan tidak ilmiah, kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh banyak orang saat memilih atau merenovasi rumah. Berikut ciri-ciri rumah pembawa sial.
1. Rumah Tusuk Sate (Menghadap Persimpangan Jalan)
Salah satu ciri paling populer adalah rumah yang terletak di ujung jalan lurus atau persimpangan, sering disebut “tusuk sate”.
Menurut Primbon Jawa, rumah ini menerima “hantaman energi” langsung dari lalu lintas, sehingga penghuninya rentan mengalami rezeki seret, sering sakit, atau konflik keluarga.
Selain itu, posisi ini juga dianggap rawan kecelakaan karena kendaraan yang melaju kencang.
2. Pintu Utama Bercat Hitam
Warna pintu hitam sering dikaitkan dengan kesialan, terutama jika tidak menghadap arah utara sesuai feng shui.
Hitam dipercaya menyerap energi positif dan mendatangkan suasana suram, sehingga rezeki terhambat dan penghuni mudah mengalami masalah keuangan atau kesehatan.
Baca Juga: 7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal
3. Rumah Gelap dan Kurang Pencahayaan
Rumah yang minim cahaya matahari atau pencahayaan alami dianggap menyimpan energi negatif. Suasana gelap dan lembap diyakini membuat penghuni mudah stres, depresi, serta mendatangkan penyakit.
Cahaya dipercaya sebagai pembawa keberuntungan, sehingga rumah yang gelap justru sebaliknya.
4. Dinding atau Tembok Rusak dan Beranda Berantakan
Tembok retak, cat mengelupas, atau beranda yang kotor dan penuh barang berserakan dipercaya menjadi tempat berkumpulnya energi buruk.
Kondisi rumah yang tidak terawat menandakan ketidakstabilan kehidupan penghuninya, dari segi finansial hingga hubungan sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi