Suara.com - Sepinya mal atau pusat perbelanjaan di tengah pandemi perlu disiasti oleh para pengelola. Selain sebagai tempat belanja, mal harus menawarkan fungsi lain agar tetap diminati masyarakat yang terbiasa belanja online selama pandemi Covid-19.
Hal ini dikatakan Alphonzus Widjaja, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dalam webinar "Marketeers Goes to Mall Episode Episode 5, Navigating Lifestyle F&B Business Beyond Pandemic", Kamis (26/8/2021). Ia mencontohkan pusat belanja ASHTA di kawasan SCBD, Jakarta, yang viral karena punya sudut-sudut menarik yang jadi tempat favorit untuk berfoto dan akhirnya dibagikan di media sosial.
"ASHTA, menurut saya pribadi, fungsi belanjanya nomor dua, fungsi nomor satu adalah yang membuat ASHTA jadi begitu happening pada awal pertama hadir, saya yakin customer saat datang ke sana bukan buat belanja," kata Alphonzus lagi, seperti dikutip dari Antara.
Langkah mencari fungsi baru yang bakal menarik konsumen ini menjadi tantangan bagi pengelola pusat perbelanjaan lainnya. Kreativitas untuk membuat terobosan baru diuji, terlebih konsep yang baru butuh waktu untuk bisa diterima oleh konsumen.
Meski begitu, ia yakin bila pengelola pusat belanja bisa konsisten, kerja keras itu akan terbayar. Ia juga mencontohkan sebuah mal di BSD yang punya konsep luar ruangan lengkap dengan danau sebagai salah satu pionir yang berani menawarkan konsep baru. Ketika mulai berdiri, pusat belanja itu tidak serta merta menuai kesuksesan.
"Dulu orang takut dengan konsep outdoor. (Kini sukses) walau tiga tahun pertama 'berdarah-darah' karena butuh waktu lama untuk memperkenalkan konsep baru, yang penting terus usaha dan konsisten," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, David Hilman, Chief Operating Officer Agung Sedayu Realestat Indonesia, mengulas pentingnya menerapkan diferensiasi dan memahami perilaku konsumen sebagai strategi bertahan di masa krisis.
Dia menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh mal ASHTA. Lokasinya yang dikelilingi oleh pusat belanja ikonik Jakarta lainnya yang sudah lama dikenal oleh masyarakat, membuat mal ini harus menawarkan sesuatu yang baru, unik, dan kreatif.
"Kita memilih arahnya ke lifestyle yang difokuskan pada what matters ke orang-orang yang tinggal di daerah situ, lebih ke orang-orang yang environmentally responsible," jelas David.
Baca Juga: Para Pekerja Telah Vaksinasi, Pengelola Mal di Kota Malang Siap Jalankan Prokes
Maka, terciptalah mal ASHTA yang menawarkan pemandangan hijau yang menyegarkan mata, yang membuat pengunjung serasa di luar ruangan, tapi dalam lindungan pendingin udara.
Restoran dan toko di mal tersebut juga dipilih secara seksama, melewati kurasi ketat agar jadi daya tarik konsumen. Kafe atau restoran yang baru hadir di Indonesia mereka gandeng agar membuka gerai pertama di sana.
Untuk fesyen, toko fesyen independen yang kualitasnya mumpuni dipilih agar pengunjung bisa membeli produk lokal dengan kualitas global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari
-
Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya
-
Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT
-
Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga
-
Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka