Suara.com - Kehadiran kolam ikan di rumah akan menambah suasana menjadi lebih asri dan sejuk. Bunyi gemericik dari air mancur, beragam tanaman air yang menghiasi kolam ikan, hingga ikan hias berwarna-warni yang berenang ke sana kemari, membuat tampilan halaman rumah menjadi lebih menarik.
Ditambah, bersantai di teras samping kolam ikan sambil menikmati pemandangannya pun juga bisa membuat suasana hati lebih rileks. Anda tidak akan bosan saat akhir pekan atau work from home (WFH) karena bisa menyalurkan hobi merawat ikan-ikan peliharaan kesayangan.
Tapi, urusan kolam ikan tidak cuma sekadar menggali tanah saja untuk diisi air. Kolam ikan merupakan bagian dari lanskap rumah yang perlu direncanakan dengan matang dan saksama.
Bukan hanya proses pembuatannya saja, tetapi juga berbagai metode untuk merawat kolam ikan, menjaga kebersihannya, dan memastikan ikan-ikan hias yang dipelihara punya habitat yang sehat dan menjaga mereka untuk panjang umur.
Dekoruma sudah merangkum sejumlah hal yang harus diperhatikan saat merancang dan membangun kolam ikan di rumah, supaya mengurus kolam dan ikan-ikan di dalamnya menjadi aktivitas yang menyenangkan di kala senggang.
1. Menentukan Lokasi yang Tepat
Membuat kolam ikan diawali dengan menentukan lokasi yang paling tepat di rumah. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi yang tidak mengganggu akses masuk dan keluar penghuni rumah lainnya. Barulah setelah itu, Anda bisa mempertimbangkan faktor estetikanya.
Bangun kolam ikan di depan rumah dekat pintu masuk sebagai elemen dekorasi yang menyambut penghuni rumah dan tamu yang baru datang ke dalam rumah. Sementara itu, jika Anda ingin menjadikan kolam ikan sebagai hal yang privat, tempatkan di halaman belakang rumah.
Bila ada lahannya, kolam ikan juga bisa ditaruh di tengah rumah sebagai foyer yang memberikan efek dramatis dan asri di dalam rumah.
2. Bentuk dan Ukuran Kolam yang Proporsional
Selanjutnya adalah menentukan bentuk dan ukuran kolam yang proporsional. Ini berarti sesuai dengan ketersediaan lahan, juga bentuk yang realistis untuk dibuat di halaman rumah.
Baca Juga: Menata Rumah Baru, Hindari 5 Kesalahan Dekorasi Rumah Ini
Bila lahan untuk membangun kolam ikan tidak terlalu besar, kolam berbentuk persegi atau persegi panjang selalu ideal untuk situasi tersebut. Sementara kolam yang bundar, berbentuk angka delapan, atau abstrak lebih sesuai untuk lahan berukuran besar.
Begitu juga dengan ukuran dari masing-masing bentuk kolam ini yang disesuiakan dengan luas keseluruhan lahan yang akan menjadi area kolam ikan. Serta pertimbangan, apakah akan ada teras di sampingnya atau taman di area kolam ikan.
3. Material Untuk Mempercantik Kolam
Pada dasarnya, Anda bisa membangun kolam ikan hanya dengan semen untuk melapisi dasar kolam dan beberapa batu bata sebagai bingkai kolam. Namun, tentunya nilai estetika atau keindahannya sangat minim sekali, bukan?
Material yang paling sering digunakan untuk membangun kolam ikan adalah batu alam hingga keramik. Kolam ikan bisa disulap tampilannya jadi minimalis, elegan, ataupun mewah dengan penggunaan material yang tepat. Seperti batu kali utuh untuk tampilan yang alami dan tangguh, batu kali lempengan untuk lis dinding kolam, hingga batu candi yang mulus dan elegan untuk dinding kolam ikan.
4. Sistem Pengairan dan Filter yang Optimal
Ketika fisik kolam sudah jadi dan siap digunakan, satu langkah yang tidak boleh terlewatkan adalah memasang sistem pengairan dan filter yang optimal. Hal ini akan memastikan ikan mendapatkan oksigen serta nutrisi yang cukup di dalam kolam ikan.
Gunakan pompa air yang daya dan tekanannya sesuai dengan ukuran kolam, serta jumlah ikan yang ada. Jangan lupa pilih juga filter yang efektif menyaring kotoran dan menjaga air tetap jernih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
5 Warna Cat Kamar Terbaik Menurut Psikologi, Bikin Pikiran Lebih Tenang
-
Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga
-
3 Bedak Padat Translucent yang Bikin Makeup Flawless, Lengkap Review Pengguna
-
Apakah Ada Parfum Bau Pandan? Ini 3 Rekomendasi Lokal Lengkap dengan Ulasan Pembeli
-
7 Cara Merawat AC Rumah agar Tetap Dingin dan Sejuk, Cegah Kerusakan Sejak Dini
-
Apakah Sepatu Onitsuka Tiger Terbuat dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lampu Gantung yang Bagus Menurut Feng Shui, Ini 5 Ciri-Ciri yang Perlu Diperhatikan
-
Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling
-
Berapa Harga Pompa Air Sanyo? Ini 3 Pilihan yang Awet untuk Sumur Dangkal Menurut Review