Suara.com - Satu hal yang pasti terjadi dalam hidup adalah perubahan. Maka dari ini, berubah menjadi versi diri terbaik merupakan dambaan hampir banyak orang.
Itu juga yang diangkat dalam webinar bertajuk Becoming A New Version of Me, yang diselenggarakan oleh Alumni angkatan ke-33 Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa waktu lalu.
Salah satu pembicara yaitu Wiene Andriyana mengatakan, sejak menikah dengan seorang diplomat pada 2004 lau, dirinya berubah dan memutuskan untuk mantap menerapkan gaya hidup nomaden.
Alumni Ilmu Manajemen Kehutanan IPB itu kini berkomitmen untuk menganut gaya hidup nomaden dengan pola yang akan terus berulang yaitu tiga sampai empat tahun di luar negeri, lalu tiga tahun pulang ke Indonesia dan kembali lagi ke luar negeri selama tiga sampai empat tahun berikutnya.
Dalam acara webinar, Wiene mengaku dirinya terinspirasi dari buku Be More Tree dan menganggap perjalanan hidupnya terkoneksi dengan Filosofi Pohon.
"Falsafah pertama dalam Filosofi Pohon adalah Bend and Shape it Like a Tree, falsafah kedua, When there is a wood, there is a way, falsafah ketiga, Brench Out of Life (wood wide web), dan falsafah keempat, Be Wood Wide and Nurture with Nature," katanya dikutip Suara.com dari siaran pers, Rabu (15/9/2021).
Saat ini dirinya bekerja sebagai konsultan di UNDP Indonesia, CIFOR dan IISD serta aktif menulis di Majalah Forest Digest. Namun untuk menjadi seperti sekarang, ia harus mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai ASN Dosen di Universitas Lampung, dan mendampingi suami yang bertugas di Lisbon, Portugal selama tiga tahun.
Ia kemudian kembali ke Indonesia selama tiga tahun membawa dua orang anak yang lahir di Lisbon. Wiene dan keluarga kembali mendampingi tugas suami ke Wina, Austria di mana Wiene melanjutkan studi doktoralnya. Sejak 2018 hingga saat ini, Wiene dan keluarga menetap di Ottawa, Kanada.
Becoming a New Version of Me, bagi Wiene, berarti menjadi seorang yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dengan gaya hidup yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya mengikuti tugas suami melahirkan tantangan dan peluang bagi Wiena agar tetap bisa mengembangkan diri.
Pembicara lainnya yaitu Wully Wahyuni, saat ini merupakan orang Indonesia pertama sekaligus perempuan pertama yang menjadi General Manager di PT Trow Nutrition Indonesia.
Baca Juga: 5 Bahaya Tidur Menyalakan Lampu, Salah Satunya Perempuan Sulit Punya Anak
Mengawali karier di perusahaan Elanco Animal Health dari tahun 2004-2011, ia kemudian menjabat sebagai Regional Manager Brand Poultry Asia Pacific, lalu menjadi Country Director di PT Novus International Indonesia pada 2011-2018.
Wully juga menjadi dosen paruh waktu di Universitas Prasetya Mulya untuk mata kuliah International Business pada September 2014 sampai Januari 2020.
Berbagai kesulitan dan tantangan awalnya dihadapi Wully saat memulai karirnya seperti kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, jam kerja tinggi, tidak bisa menyetir, perbedaan budaya, senioritas, hingga issu gender.
Namun berkat tekat, kesungguhan, kerja keras dan rasa percaya diri akan kemampuannya Wully mampu menjalani karirnya dengan mulus dan berbuah prestasi.
Seiring berjalannya waktu Wully mengaku semakin bijaksana dalam memahami makna sukses. Jika dulu ia memandang bahwa sukses adalah ketika mendapatkan jabatan dan karir yang melesat, kini Wully meyakini bahwa ada sesuatu yang jauh lebih penting dari itu.
"Sukses saja tidak cukup, tapi juga harus Mulia. Ada orang yang menjadi pemimpin karena otoritas jabatan yang dimiliki. Tetapi Leader by Influence adalah leader yang sebenarnya. Bahkan walaupun tanpa otoritas kekuasaan, leader by influence mampu memengaruhi, menginspirasi dan menggerakkan banyak orang. Itulah pemimpin yang sejati," lanjutnya
Bagi kedua perempuan ini, keluarga dan anak-anak adalah yang utama. Bahkan kata Wiene, orang yang berperan besar membantu bangkit dari titik terendah adalah teman-teman dan keluarga yang akan selalu hadir sebagai support system.
Diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan menuju Reuni Perak 33 yang akan diselenggarakan pada 11 Desember 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Tren Warna Eksterior 2026: Dari Hijau Sage hingga Mocca, Mana yang Paling Cocok untuk Gaya Rumahmu?
-
Apakah Sepatu Running Bisa untuk Badminton? ini 5 Rekomendasi Sepatu Bulutangkis yang Nyaman
-
Apakah Sepeda Lipat Bisa Naik KRL? Cek 5 Rekomendasi Paling Kokoh yang Penuhi Syarat
-
5 Sepeda Tanpa Pedal untuk Melatih Keseimbangan Anak, Harga Murah Meriah
-
5 Ide Isi Hampers Estetik, Deretan Kue Kering Terpopuler yang Wajib Ada
-
Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon
-
Kapan Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan?
-
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
-
Apakah Serum Anti Aging Boleh Dipakai Setiap Hari? Cek 5 Rekomendasi untuk Usia 40 Tahun ke Atas
-
7 Shio Paling Beruntung Februari 2026, Siapa yang Mendapat Rezeki Nomplok?