Suara.com - Momen persalinan merupakan saat yang menegangkan sekaligus ditunggu-tunggu pasangan suami-istri. Biasanya, seorang wanita juga akan berharap bisa melahirkan ditemani suami.
Meski begitu, ibu satu ini malah mengusir suaminya dari ruang persalinan. Melansir Mirror, ia beralasan bahwa kehadiran sang suami membuatnya makin stres.
Lewat Reddit, ibu ini membagikan kisahnya saat melahirkan. Wanita 27 tahun tersebut mengungkap bahwa suaminya memang mudah tertekan dan stres.
Sejak awal, ibu ini sudah meminta suaminya berjanji agar tetap tenang. Namun, si suami malah panik dan meremas tangan istrinya kuat-kuat saat kontraksi.
"Itu sama sekali tidak membantu. Faktanya, itu membuatku frustrasi dan memengaruhiku secara negatif. Tapi, aku masih membiarkannya sampai dia mulai menangis, seperti terisak sangat keras. Itu membuatku panik," jelas ibu ini.
Ibu ini lantas mulai berteriak agar suaminya diam. Namun, sang suami malah balik berteriak kepadanya karena histeris.
"Perawat yang ada ikut terlibat, aku memberitahunya untuk membawa suamiku keluar. Dia mencoba berargumen denganku, tapi tidak diberi kesempatan dan disuruh meninggalkan ruangan," lanjut wanita ini.
Meski begitu, hal tersebut membuat sang suami marah. Selain kecewa karena tidak bisa melihat kelahiran putrinya, si suami juga menolak mengunjungi istri dan anaknya hingga keluar dari rumah sakit.
Bahkan, ketika ibu ini sudah pulang ke rumah bersama putrinya, si suami masih marah. Ia juga menyebut jika ia seharusnya diizinkan tetap berada di ruang persalinan apa pun yang terjadi.
Baca Juga: Billy Davidson Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama
"Aku mulai lelah berargumen dengannya dan aku menyuruhnya berhenti, dan dia bilang dia akan berhenti tapi tidak akan melupakan hari ketika aku menyuruhnya keluar."
Kini, ibu tersebut bertanya apakah ia salah karena mengusir suami keluar dari ruang persalinan.
Meski begitu, mayoritas pengguna Reddit berada di pihak ibu ini dan turut tidak paham dengan tingkah si suami.
Bahkan, ada yang turut mengkritik karena aksi sang suami bisa membahayakan istri dan anak.
"Bukan hanya kau tidak butuh dirinya, dia membuatmu stres. Itu adalah kebalikan dari memenuhi kebutuhanmu," tulis salah satu komentar.
"Di akhir, siapa yang berada di ruang persalinan adalah terserah padamu. Ini biasanya berdasarkan siapa yang kau pikir paling membantu atau mendukung. Dia bukan keduanya. Malah sebaliknya."
"Dia marah karena melewatkan kelahiran putrinya, dan dia memilih melewatkan beberapa hari bahkan minggu pertamanya."
"Dia menempatkan istri dan putrinya dalam risiko dengan perbuatan ini, membuat stres saat persalinan adalah hal berbahaya," tambah komentar lain setuju.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan