Tujuannya didirikan, karena Kardinah bermaksud siapa saja berhak mencicipi pendidikan, khususnya bagi masyarakat kelas bawah.
Hebatnya, perpustakaan ini dibangun tidak menggunakan biaya dari pemerintah.
RA. Roekmini
Adik RA. Kartini ini punya cara perjuangan yang berbeda untuk Indonesia. Dibanding dengan Kartini dan Kardinah, Roekmini yang merupakan perempuan kelahira 4 Juli 1880 ini memiliki pribadi yang lebih maskulin.
Sehingga Roekmini adalah satu-satunya di antara ketiga bersaudara yang menikah tanpa lewat perjodohan. Padahal mereka bertiga sama-sama menentang sistem feudal dan konservatif masyarakat Jawa.
Melalui hobinya yang membuat kerajinan kayu dan melukis, Roekmini membuka sebuah sekolah vokasional atau kejuruan.
Jika Kardinah membangun masyarakat dengan fasilitas-fasilitas, Roekmini lebih memilih di jalur organisasi. Adik tiri Kartini ini sangat aktif di organisasi dan komunitas yang memperjuangkan hak para perempuan
Ia pernah bergabung dengan organisasi pejuang hak pilih perempuan Eropa bernama Vereeniging voor Vrouwenkiesrecht (VVV).
Tidak hanya sebagai anggota biasa, Roekmini bahkan masuk sebagai badan eksekutif sejak Juli 1927 hingga pertengahan 1931.
Roekmini turut berkontribusi dalam beberapa misi, di antaranya adalah pengajuan proposal pendirian cabang VVV di Kudus pada tahun 1928.
Baca Juga: Anies Utang Janji Kasih Bantuan ke Cicit Kartini, Tapi Belum Ditepati
Menggunakan nama dari bahasa Jawa “Mardi Kamoeljan” untuk cabang di Kudus, Roekmini berharap perempuan lokal bisa semaju perempuan Eropa.
Cabang ini berada di bawah bimbingan dokter lokal, bidan, dan perkumpulan istri pejabat, jadi diharapkan nantinya penduduk lokal bisa lebih siap dalam kesehatan, pertolongan pertama, dan perawatan anak.
Di tahun yang sama pula, Roekmini bergabung dalam Kongres Perempuan Indonesia di Yogyakarta pada bulan Desember.
Bahkan di Kongres Perempuan Indonesia II, ia dipilih menjadi perwakilan Indonesia untuk Kongres Perempuan se-Asia di Lahore, Pakistan bersama Sunaryati Sukemi pada Januari 1931.
Sehingga bisa disimpulkan Roekmini adalah salah satu delegasi perempuan Indonesia pertama di pergerakan internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna
-
Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
-
5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Jadi 800 Ribuan
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
4 Zodiak Paling Hoki yang Bakal Panen Cuan dan Peluang Emas pada 26 Juni 2026