Suara.com - Terkadang saat meninggalkan barang di penyedia jasa seperti laundry, ada kalanya tak bisa mengambil sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Hal ini bisa karena beragam faktor seperti lupa, pergi ke luar kota, dan lainnya.
Seorang wanita bernama Dita berbagi cerita tentang laundry yang sudah setahun tak ia ambil. Hal ini dibagikan melalui cuitan akun Twitter @APHRODlTA.
Dalam unggahan itu, ia menyertakan tangkapan layar berisi percakapannya dengan penyedia jasa laundry langganannya dulu. Awalnya Dita memperkenalkan diri dan menginfokan bahwa ia mendapat nomor tersebut dari temannya yang juga sering me-laundry di sana.
Dita kemudian bertanya soal baju-bajunya yang sudah setahun lebih belum ia ambil. Dita merasa kebingungan karena saat ibu Dita datang ke sana, ternyata tempat laundry sudah berubah jadi warung piscok alias pisang cokelat.
Dita juga bertanya jasa laundry tersebut pindah ke mana. Selain itu, ia juga menyebutkan ciri-ciri dari baju-baju yang ia tinggal di laundry.
"Oh iya laundry saya yang 2 plastik itu bu. Yang satu plastiknya isi selimut, speri sama sarung bantal gambar bola Barcelona bu. Tulisannya FCB," ujar Dita pada ibu penyedia jasa laundry tersebut.
Ibu laundry itu kemudian membalas bahwa ia ingat dengan Dita. Namun, ibu itu langsung meminta maaf karena baju-baju Dita sudah dibawa anaknya ke Parung, Bogor, karena sudah sangat lama tak diambil.
Baju-baju Dita disumbangkan oleh ibu laundry ini kepada anak-anak di kampung tersebut. Salah satu yang mengejutkan, ibu ini berpikir bahwa Dita sudah meninggal sehingga baju-baju itu tak diambil.
"Saya pikir mbaknya sudah meninggal," tulis ibu laundry tersebut di akhir chat. Dita pun langsung bingung bereaksi antara harus nangis atau tertawa.
Baca Juga: Terima Cucian Celana Dalam Cewek, Pemilik Laundry Syok Temukan Ini
Cuitan ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Waduh wkwkwkwk langsung keinget laundry-an yang udah 7 bulan belum ku ambil," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Niatnya mau ambil laundry eh dikira udah meninggal," ujar warganet ini.
"Astaga ngakak banget dikira udah meninggal," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Dita mengatakan laundry itu tak kunjung diambil karena lokasinya yang sangat jauh dan berbeda pulau dengannya. Saat lebaran lalu ia hendak mengambil dan laundry tersebut sudah tutup. Kemudian saat sang ibu sedang di sana, ternyata laundry sudah berubah menjadi pedagang pisang cokelat dan alpukat kocok.
Sementara itu, hingga Kamis (7/10/2021), cuitan laundry berubah jadi warung piscok dan baju pelanggan disumbangkan gegara dikira pemilik sudah meninggal ini telah viral sudah disukai sebanyak lebih dari 24 ribu akun Twitter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba