Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah orang mengalami penurunan pendapatan hingga pemutusan hubungan kerja.
Tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya memutuskan untuk memulai usaha, demi mendapatkan penghasilan.
Rere Sarwono, Pendiri @momsjamannowofficial sekaligus Pengusaha F&B dan Fashion, mengatakan bahwa tidak ada yang salah dalam memulai usaha di masa sulit seperti ini.
Ia pun membagikan langkah-langkah yang akan diterapkan selanjutnya.
Dalam Webinar Bincang Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Ruang Guru beserta Kementrian Komunikasi Informasi Republik Indonesia beberapa hari lalu, ada 9 langkah yang harus kamu lakukan ketika memulai usaha:
1. Memahami produk yang akan dijual
Misalnya dengan menjual makanan organik atau dengan bahan premium, harganya juga tidak terlalu mahal, atau makanan tidak terlalu manis, tentu orang itu akan mudah percaya dengan apa yang dijualkan.
2. Melakukan ulasan kompetisi
Membuat perbandingan bahan di pasaran dengan harga yang cocok dan sesuai untuk produk jualannya.
Baca Juga: Selain Virus Corona, Informasi Hoaks Juga Meningkat Selama Pandemi Covid-19
3. Membuat tester produk
Misalnya melihat produk tersebut cocok untuk siapa? Apakah sudah pas atau belum?
4. Membuat logo sendiri
Membuat logo tentu bisa mengenal produk yang akan dijual. Gunakan aplikasi seperti canva dalam pembuatan logo tersebut.
5. Membuat sosial media sendiri
Untuk pemula cukup gunakan instagram, facebook, TikTok untuk mempromosikannya. Jika produk sudah terkenal dan banyak peminat ataupun sudah punya biaya lebih, bisa menggunakan website sebagai tempat berjualan.
Berita Terkait
-
6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal
-
Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional
-
Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%
-
Bukan Cuma Konsumen, Mengapa Pelaku Usaha Didesak untuk Turut Kurangi Mikroplastik?
-
HIPMI Jakarta Selatan Gelar Miners 2026, Perkuat Kolaborasi Pengusaha Muda dan Investor
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda