News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB
Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Memasuki paruh kedua tahun 2026, pelaku usaha dalam negeri masih harus berhadapan dengan sejumlah dinamika yang mungkin berpengaruh terhadap performa usaha mereka. Kehadiran dukungan strategis yang relevan dan tepat sasaran menjadi instrumen krusial untuk membantu pengusaha lokal melakukan navigasi bisnis ke arah yang positif.

Mengutip laporan Bank Indonesia, Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 berada di level 221,6, turun sekitar 4% secara tahunan. Statistik ini menjadi sinyal bagi pengusaha lokal untuk menyiapkan strategi yang solid agar dapat mendorong kinerja bisnis.

Menyikapi tantangan nyata bagi usaha lokal, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso menegaskan bahwa penguatan ekosistem e-commerce dan peningkatan daya saing produk dalam negeri merupakan faktor kunci untuk mendorong produktivitas usaha lokal.

“Ekosistem ecommerce harus dibangun dengan baik, jadi UMKM, platform, dan konsumen bisa saling terintegrasi. Seller harus jaga kualitas, karena kalau produk lokal kualitasnya bagus dan dipercaya konsumen, hal ini akan mendorong produksi dalam negeri sehingga daya saing produk lokal semakin tinggi.” kata Mendag Busan.

Merespons dinamika yang dihadapi pelaku usaha dalam negeri, platform lokapasar Shopee bersama Kementerian Perdagangan RI meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal sebagai instrumen untuk terus memperkuat daya saing usaha dalam negeri. Program ini terdiri dari jurus 3A yang mengemas enam dukungan terintegrasi bagi pelaku usaha dalam negeri.

Pertama, untuk membantu Akselerasi Usaha, Shopee menghadirkan dukungan Voucher Akselerasi Usaha Lokal, fasilitas pelatihan gratis di Kampus UMKM Shopee Kelas Online dan Program Ekspor Shopee FLEXI untuk akses ekspansi ke pasar global. Untuk membantu Akselerasi Operasional, Shopee menghadirkan dashboard Pengelolaan Program Saya yang membuat pemantauan daftar program promosi berjalan secara transparan dan layanan Dikelola Shopee yang dapat membantu proses pengelolaan stok dan pemprosesan pesanan, hingga Akselerasi Perlindungan penjual lewat fitur Brand IP Portal untuk membantu pelaporan penyalahgunaan merek dengan mudah.

"Melalui Program Akselerasi Usaha Lokal, kami ingin menghadirkan dukungan yang semakin relevan dengan kebutuhan penjual di setiap tahap perkembangan bisnisnya, mulai dari meningkatkan penjualan dan keterampilan digital, membuka akses ke pasar global, meningkatkan efisiensi operasional, hingga melindungi HAKI dan merek dagang. Kami berharap berbagai dukungan ini dapat membantu pengusaha lokal semakin berdaya saing sekaligus memperkuat daya saing produk dalam negeri, sehingga produk-produk Indonesia dapat terus menjadi pilihan utama konsumen di pasar domestik dan semakin dikenal di pasar global," jelas Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang.

Program Akselerasi Usaha Lokal mendapatkan respons positif dari para pelaku usaha dalam negeri. Salah satu dukungan yang diberikan, yaitu Voucher Akselerasi Usaha Lokal berhasil menjadi salah satu katalis yang mendorong performa toko lokal di Shopee.

Dukungan voucher toko senilai Rp500 ribu/bulan/toko diberikan setiap tanggal 17 sejak Mei 2026 untuk toko dengan 100% produk lokal. Hasilnya, lebih dari 130.000 voucher yang diberikan setiap bulan, habis digunakan pembeli untuk berbelanja produk lokal hanya dalam waktu 7 jam.

Baca Juga: HIPMI Jakarta Selatan Gelar Miners 2026, Perkuat Kolaborasi Pengusaha Muda dan Investor

Ayu May Fakih, Owner brand fesyen modest, Hijaberlin menilai fasilitas dan dukungan yang diberikan platform lokapasar seperti Shopee membantu penjual seperti dirinya dalam mengatur strategi dan memaksimalkan potensi pasar secara efektif.

"Platform e-commerce seperti Shopee menjadi wadah bagi bisnis lokal seperti Hijaberlin untuk tetap bertumbuh di tengah kondisi yang menantang. Beragam program dan kampanye promosi seperti tanggal kembar, Hari Belanja Lokal, dan Voucher Akselerasi Usaha Lokal menjadi pendorong performa penghasilan toko Hijaberlin. Dorongan promosi dan insentif voucher ini membuat produk lokal semakin menarik bagi konsumen, dan hasilnya konversi transaksi menjadi lebih baik,” jelas Ayu.

Dikatakan Ayu, program dukungan yang relevan seperti Program Akselerasi Produk Lokal menjadi angin segar bagi pelaku usaha dalam negeri untuk menjawab tantangan dunia usaha di tahun 2026. Dengan mengatasi hambatan operasional, serta memberikan insentif promosi yang tepat sasaran, usaha lokal memiliki ruang untuk menumbuhkan bisnis.

"Menghadapi dinamika bisnis saat ini, dukungan dan stimulus yang tepat sasaran akan sangat membantu usaha dalam negeri. Dukungan ini juga harus dimanfaatkan dengan bijak oleh penjual dalam negeri agar bisa membantu kita dalam mengembangkan usaha,” tutup Ayu. ***

Load More