Suara.com - Setiap pasangan tentu punya kebiasaan berbeda saat pergi kencan dan makan bersama. Ada pasangan yang memilih membayar sendiri-sendiri, tapi ada juga yang memilih mentraktir pacar.
Belum lama ini, seorang pria membagikan keluhan seputar kebiasaan pacar saat makan di luar. Pria ini ingin mentraktir pacar, tapi malah merasa dipermalukan.
Melansir World of Buzz, curhatan tersebut dibagikan secara anonim di Facebook. Pria ini menyebut bahwa ia dan pacarnya pergi makan malam dengan teman-teman mereka.
"Pacarku kadang tidak punya etika, mempermalukanku di depan teman-teman. Aku mencoba memberitahunya untuk tidak melakukan itu lagi, tapi dia terlihat sedih dan menangis seolah aku membully dirinya. Aku lelah dengan hubungan ini," tulis si pria mengawali.
Pria ini lalu menjelaskan bahwa ia dan sang pacar akhirnya sudah divaksin. Untuk merayakannya, mereka setuju makan malam bersama teman.
Sesampainya di mal, rombongan ini memilih makan malam di restoran yang menyajikan makanan Barat. Setelah melihat menu, sang pacar menyebut dirinya ingin memesan fish and chips.
"Temanku yang duduk dekat kami berkata fish and chips di situ tidak enak karena ikannya tidak terlalu enak. Dia menyarankan kami mencoba iga."
Namun, respons si pacar di luar dugaan. Pacar pria ini menolak dan berkata bahwa menu iga terlalu mahal.
"Aku tidak merasa baik. Seolah-olah aku tidak bisa membayar iga seharga RM 60 (sekitar Rp205 ribu). Aku sudah bekerja selama setahun, aku bisa membayar makanan enak sesekali. Aku tidak langsung marah, tapi semua temanku menatapku begitu pacarku berkomentar soal harga."
Baca Juga: 5 Ciri Pacar Pencemburu, Ditinggalkan Atau Dipertahankan?
Setelah mendengar kata-kata si pacar, pria ini merasa dipermalukan. Namun, ia mencoba menjelaskan kepada teman-temannya bahwa si pacar tidak suka makan daging.
Sebagai tambahan, pria ini meyakinkan pacarnya bahwa ia bisa memilih apa pun yang ia mau. Namun, si pacar bersikeras memesan menu tersebut.
"Dia bersikeras ingin fish and chips. Begitu aku melihat harganya di menu, aku tahu kenapa dia memesan itu. Karena harga fish and chips adalah RM 20 (Rp68 ribu) dan yang termurah. Dia selalu seperti itu, khawatir soal harga, tidak mau membuang-buang uang."
"Mereka (teman-temanku) akan berpikir aku pacar yang pelit," tambahnya.
Pria ini makin malu saat ia mencoba makanan yang dipesan pacar. Ia bahkan menyebut jika rasa ikan tersebut seperti makanan anjing.
Saat pulang, pria ini mencoba berbicara dengan pacarnya. Namun, si pacar malah menangis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media