Suara.com - Setiap orang tentu bercitacita untuk terus berkembang, entah dalam hal karier ataupun pencapaian lainnya. Meski begitu, beberapa orang seringkali menemui kesulitan saat ingin mengembangkan diri. Apa penyebabnya?
Tentang permasalahan pengembangan diri ini coba diungkap oleh Founder sekaligus CEO I Am Okay Athalla Hardian. Ia membagikan 3 hal yang dapat menyebabkan seseorang sulit mengembangkan diri, dalam sebuah webinar bertajuk A Better Self Awareness to Develop Leadership Skills beberapa waktu lalu.
1. Punya sifat perfeksionisme
Permasalahan pada pengembangan diri ini terjadi ketika seseorang memiliki standar yang tinggi dan kurang realistis. Bahkan, menurut Athalla, jika standar yang tinggi ini tidak didukung oleh kondisi, itu akan membahayakan mentalnya.
“Karena kamu mem-push diri kamu untuk melakukan sesuatu. Bukan berarti tidak sempurna, tapi kita diciptakan dengan keterbatasan masing-masing,” ungkap Athalla.
“Nah, dari perfeksionisme ini, kita akan cenderung melakukan social comparison, salah satunya membandingkan diri kita dengan orang lain,” lanjutnya.
2. Gagal move on
Pengembangan diri yang gagal dibangun juga terjadi pada orang yang sulit move on. Bahkan, tanda ini terjadi ketika mereka sulit memaafkan kesalahan yang ada di masa lalu.
“Sulit memaafkan dari kesalahan di masa lalu. Dan itu bahaya banget, apalagi kalau kesalahannya sudah dari 10 tahun yang lalu masih dipikirin,” ungkap Athalla.
3. Kurang mengenal diri sendiri
Permasalahan pada pengembangan diri terjadi ketika seseorang kurang mengenali dirinya sendiri. Mulai dari kelebihan, emosi, dan apa keinginan dan tujuan dalam hidup.
“Karena kita jarang melihat pengembangan proses diri kita, juga melatih diri kita, jadi ya tidak ada yang bangun. Dan tidak ada yang berubah, selain flat dan punya rasa insecure. Dan itu bahaya banget,” pungkas Athalla.
Baca Juga: Kemuning Kembar, Memadukan Psikologi dan Pendidikan dengan Budaya
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang