Suara.com - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek memastikan pelajar Indonesia sudah mengalami learning loss akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.
Learning loss adalah kondisi saat siswa kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau khusus, atau singkatnya siswa mengalami kemunduran secara akademis.
Hal ini diungkap Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek RI, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd yang mengungkap hasil survei yang dilakukan bank dunia, UNICEF, dan Kemendikbud Ristek RI.
"Ditemukan data dan temuan kami, bahwa terjadi penurunan 0,44 sampai 0,47 persen terhadap standar deviasi (penyimpangan). Atau senilai 5 sampai 6 bulan pembelajaran per tahun," tutur Sri saat konferensi pers Indonesia Hygiene Forum ke-8, Rabu (13/10/2021).
Sehingga menurut Sri, PJJ selama setahun membuat penyimpangan standar pembelajaran selama hampir satu semester lamanya.
"Satu semester ini sangat memprihatinkan," imbuh Sri.
Sri menambahkan, hasil temuan juga mendapati kondisi learning loss diperparah dengan kondisi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
Kondisi learning loss pada siswa dari keluarga kurang mampu, risikonya bertambah hingga 1,3 persen dibandingkan siswa dari keluarga mampu. Sebagaimana hasil analisis yang dilakukan bank dunia.
"Ada hasil temuan antara 0,8 sampai 1,3 persen ini terjadi learning loss pada siswa miskin, kurang mampu, dan siswa dari ekonomi mampu terjadi peningkatan learning loss sebanyak 10 persen," jelas Sri.
Baca Juga: Memahami Strategi Pembelajaran: Macam, Contoh dan Pengertiannya
Sehingga kembali memulai pembelajaran tatap muka atau sekolah tatap muka adalah solusi yang bisa kembali menurunkan angka kejadian learning loss dan meningkatkan capaian belajar.
"Pembelajaran tatap muka merupakan solusi mencegah penurunan capaian belajar," pungkas Sri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Berapa Harga Pompa Air Sanyo? Ini 3 Pilihan yang Awet untuk Sumur Dangkal Menurut Review
-
Hari Apa Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwal 9-10 Muharram 1448 H
-
4 Rekomendasi Genset untuk Peternak Ayam, Bebas Risau dari Mati Lampu Dadakan
-
Niat Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya
-
Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?
-
Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Apa Saja? Ini 3 Varian dan Fungsinya
-
4 Sepatu Kanky yang Versatile, Pilihan Terbaik Buat Jalan Kaki Jauh hingga Daily Run
-
4 Parfum Lokal Aroma Kelapa yang Bikin Ketagihan, Wanginya Lembut dan Tahan Lama
-
Genset 1000 Watt Bisa untuk Apa Saja? Ini 3 Pilihan dan Harganya
-
Wisata Gastronomi Kian Dilirik, Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekosistem Kuliner Indonesia