Suara.com - Meski terkesan sepele, namun keberadaan tanda baca sangat penting dan vital dalam sebuah tulisan atau karangan. Salah satunya adalah titik koma dan titik dua.
Kedua tanda baca tersebut mungkin jarang kamu gunakan lantaran tak paham fungsi dan penggunaannya dalam tulisan.
Mengutip Ruang Guru, inilah fungsi dan penggunaan tanda baca titik koma dan titik dua dalam tulisan.
Tanda baca titik koma
1. Memisahkan bagian kalimat
Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:
- Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai.
2. Memisahkan kalimat setara
Tanda ini bisa dipakai sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat yang masih setara dalam kalimat majemuk.
Contoh:
- Ibu memasak di dapur; Nanda menonton TV di ruang tamu.
Baca Juga: Mengenal Tanda Seru dan Tanda Tanya dalam Kalimat, Bagaimana Cara Penggunaanya?
1. Akhir pernyataan lengkap
Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang lengkap. Tapi, hal ini hanya berlaku jika masih dalam rangkaian yang sama.
Contoh:
- Kita persiapkan perlengkapan berkemah: tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.
Lain halnya jika rangkaian tadi merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Tanda titik dua tidak digunakan.
Contoh:
- Kita memerlukan tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.
2. Sesudah kata atau ungkapan
Tanda titik dua ini bisa digunakan sesudah kata/ungkapan juga, lho.
Contoh:
- Ketua: Dwi Hatmojo Kresnoadi
- Wakil Ketua: Hani Ammariah
- Sekretaris: Salsabila Nanda
- Hari/Tanggal: Senin, 19 April 2021
- Waktu: 07.00 - selesai
3. Di antara identitas penerbit
Tanda titik dua bisa dipakai di antara:
- jilid atau nomor dan halaman,
- bab dan ayat dalam kitab suci,
- judul dan subjudul suatu karangan, serta
- nama kota dan penerbit buku dalam daftar pustaka..
Contoh:
- Republika, 1 (2020), 34:7
- Al-Kahfi: 10
- Karangan Regina Kayo, Rahasia Hidup: Kisah di Kota Hujan, sudah terbit.
- Abdillah, Fahri. 2020. 7 Jurus Jitu Melakukan Negosiasi. Purwokerto: Penerbit Lampion.
4. Dalam teks drama setelah kata yang menunjukkan pelaku
Tanda titik dua dipakai dalam teks drama setelah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
- Ratu: (sambil memandang ke bawah) “Sudahlah. Mungkin memanglah ini takdirku”
- Hani: (menepuk pundak Ratu) “Hei, ngapain ngelamun aja?”
- Ratu: (kaget) “Eh, kamu Hani..”
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
-
5 Shio Paling Beruntung Hari Ini 19 Februari 2026, Pintu Kesuksesan Terbuka
-
30 Ide Menu Buka Puasa untuk Diet Sehat Selama Bulan Ramadan 2026
-
19 Ide Menu Buka Puasa Enak dan Bergizi untuk Anak Kos, Gak Sampai 20 Menit Bikinnya!
-
6 Rekomendasi Moisturizer Korea untuk Mencerahkan Kulit Wajah bak Artis Korea
-
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
-
5 Rekomendasi Sepatu Ardiles Senyaman Asics untuk Lari Jarak Jauh
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
-
5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
-
Terpopuler: Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa, Asal-usul Istilah Mudik